Pesawat Pengintai AS Artemis II 8 Jam Berputar di Laut Hitam, Ini Respons Rusia
Pesawat pengintai AS Artamies II berputar sekitar delapan jam di Laut Hitam sebelum kembali dan mendarat di Rumania.
Ilustrasi suasana usai penangkapan seorang terduga teroris di Jalan Perumnas, Dusun Ngropoh, Desa Condongcatur, Depok Sleman, pada Rabu (18/7/2018). /Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, JAKARTA - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap dua terduga teroris EY dan YM, yang merupakan pengembangan dari penangkapan delapan orang kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Lampung yang ditangkap di Bekasi.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyebut bahwa untuk terduga EY diketahui merupakan pemimpin dari JAD Bekasi. Bahkan, dikatakan Dedi, pelaku memiliki peranan signifikan dalam kelompok JAD Bekasi dan Lampung.
"Memiliki peran vital dalam kelompok JAD Jakarta dan sekitarnya," kata Dedi dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2019).
Setidaknya ada beberapa peranan penting dari terduga EY, diantaranya adalah sebagai penyandang dana sekaligus pemimpin dari kelompok JAD Lampung.
Kemidian, EY juga merupakan mentor bagi kelompok JAD Lampung untuk merakit bom dengan berdaya ledak yang tinggi. "EY jug mengajarkan SL, S untuk merakit bom. Dan bom dirakit berbeda di Sibolga high explosif," ujar Dedi.
Selain itu, EY juga memiliki peranan sebagai perekrut anak muda untuk didoktrinasi agar menjadi bagian dari kelompok aksi terorisme. Salah satu buktinya adalah, YM yang menjadi anak didik dari EY. "EY fasilitator perekrut anak-anak muda di JAD Bekasi," ucap Dedi.
Sebelumnya, Densus 88 Antiteror melakukan penggeledahan di toko Handphone (HP) di Bekasi Barat, Jawa Barat. Dalam operasi itu, aparat menemukan dua buah bom pipa besi. Dalam operasi penindakan itu, Densus 88 dikabarkan mengamankan beberapa barang bukti, antara lain, pupuk booster lengkeng, HCL dalam botol, serbuk putih dan beberapa cairan di dalam botol.
Sementara itu, Densus 88 melakukan penangkapan terhadap terduga teroris jaringan JAD Lampung yang ditangkap di Bekasi, dan Bitung. Diduga, mereka akan merencanakan aksinya bakal menyasar polisi dan momentum pemilu 2019 ini. Sasarannya antara lain aksi people power dan Pospol Jatiasih untuk aksi amaliahnya.
Sampai saat ini, sudah delapan anggota JAD Lampung yang ditangkap, yakni RH dan M Bitung, S bekasi, AN bekasi, MC Tegal, MI Bekasi, IF Bekasi, T MD Bekasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Pesawat pengintai AS Artamies II berputar sekitar delapan jam di Laut Hitam sebelum kembali dan mendarat di Rumania.
Kebakaran rumah di Weru Sukoharjo menghanguskan bangunan dan isinya. Kerugian ditaksir Rp200 juta, termasuk uang dan perhiasan emas.
Indonesia meraih lima emas di Asian Games 2026 dan finis peringkat 16 dengan total 39 medali, melampaui target empat emas.
Eks pimpinan keselamatan OpenAI David Robinson mundur dan memperingatkan risiko keamanan AI serta pentingnya pengawasan independen.
Kasus korupsi pengurusan HGB menyoroti dugaan mafia tanah ATR BPN dan pentingnya pengawasan diskresi dalam pelayanan pertanahan.
Prediksi Indonesia vs Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026, Senin 5 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di SUGBK Jakarta.