Ini Peran Ganda Pimpinan JAD Bekasi dalam Merencanakan Aksi Teror...

Ilustrasi suasana usai penangkapan seorang terduga teroris di Jalan Perumnas, Dusun Ngropoh, Desa Condongcatur, Depok Sleman, pada Rabu (18/7/2018). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
09 Mei 2019 17:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap dua terduga teroris EY dan YM, yang merupakan pengembangan dari penangkapan delapan orang kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Lampung yang ditangkap di Bekasi.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyebut bahwa untuk terduga EY diketahui merupakan pemimpin dari JAD Bekasi. Bahkan, dikatakan Dedi, pelaku memiliki peranan signifikan dalam kelompok JAD Bekasi dan Lampung.

"Memiliki peran vital dalam kelompok JAD Jakarta dan sekitarnya," kata Dedi dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2019).

Setidaknya ada beberapa peranan penting dari terduga EY, diantaranya adalah sebagai penyandang dana sekaligus pemimpin dari kelompok JAD Lampung.

Kemidian, EY juga merupakan mentor bagi kelompok JAD Lampung untuk merakit bom dengan berdaya ledak yang tinggi. "EY jug mengajarkan SL, S untuk merakit bom. Dan bom dirakit berbeda di Sibolga high explosif," ujar Dedi.

Selain itu, EY juga memiliki peranan sebagai perekrut anak muda untuk didoktrinasi agar menjadi bagian dari kelompok aksi terorisme. Salah satu buktinya adalah, YM yang menjadi anak didik dari EY. "EY fasilitator perekrut anak-anak muda di JAD Bekasi," ucap Dedi.

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror melakukan penggeledahan di toko Handphone (HP) di Bekasi Barat, Jawa Barat. Dalam operasi itu, aparat menemukan dua buah bom pipa besi. Dalam operasi penindakan itu, Densus 88 dikabarkan mengamankan beberapa barang bukti, antara lain, pupuk booster lengkeng, HCL dalam botol, serbuk putih dan beberapa cairan di dalam botol.

Sementara itu, Densus 88 melakukan penangkapan terhadap terduga teroris jaringan JAD Lampung yang ditangkap di Bekasi, dan Bitung. Diduga, mereka akan merencanakan aksinya bakal menyasar polisi dan momentum pemilu 2019 ini. Sasarannya antara lain aksi people power dan Pospol Jatiasih untuk aksi amaliahnya.

Sampai saat ini, sudah delapan anggota JAD Lampung yang ditangkap, yakni RH dan M Bitung, S bekasi, AN bekasi, MC Tegal, MI Bekasi, IF Bekasi, T MD Bekasi.

Sumber : Okezone.com