Raja Salman dan Putra Mahkota Arab Saudi Mulai Tidak Akur

Raja Arab Saudi Raja Salman menghadiri pertemuan puncak antara liga Arab dan negara-negara anggota Uni Eropa, di resor Laut Merah Sharm el-Sheikh, Mesir, 24 Februari 2019. - Reuters
07 Maret 2019 18:07 WIB Iim Fathimah Timorria News Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz dikabarkan tak menyetujui sejumlah kebijakan yang yang diambil calon penerusnya, putra mahkota Mohammad bin Salman (MBS).

Ketidaksepakatan ini menjadi sinyal keretakan hubungan antara Raja Saudi dan penerus takhtanya itu.

Laporan terbaru media Inggris The Guardian pada Rabu (6/3/2019) menyebutkan bahwa nada tak sepakat itu diarahkan pada kebijakan penting dalam beberapa pekan terakhir, termasuk soal operasi Saudi di Yaman yang kini dilanda krisis kemanusiaan berkepanjangan.

Kabar silang pendapat ini diungkapkan sejumlah sumber anonim dari pemerintahan Arab Saudi kepada The Guardian.

Duri di antara hubungan keduanya dikabarkan mulai muncul sejak mengemukanya pembunuhan brutal jurnalis senior Saudi, Jamal Khashoggi, di Kantor Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki pada 2 Oktober lalu.

Laporan terbaru CIA menyimpulkan bahwa pembunuhan pria berusia 59 tahun itu merupakan perintah dari Pangeran Mohammad. Saudi kemudian bersikeras membantah tuduhan itu.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia