Rupiah Berpotensi Melemah, Pasar Tunggu The Fed
Rupiah stagnan di Rp17.995 per dolar AS, berpotensi melemah dipicu sentimen global dan rilis notulen The Fed.
Andi Arief di Polda Metro Jaya. /suara.com-Agung Sandy Lesmana
Harianjogja.com, JAKARTA-- Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief ditangkap polisi di salah satu hotel di Jakarta karena kasus narkoba menghebohkan Tanah Air. Andi Arief ditangkap karena diduga memiliki narkoba jenis sabu pada Minggu (3/3/2019) malam sekitar pukul 18.30 WIB.
Direktur Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pihaknya masih menunggu sikap Partai Demokrat apakah memberikan pendampingan hukum terhadap Andi Arief yang terjerat kasus narkoba.
"Untuk pendampingan hukum, BPN Prabowo-Sandi akan melihat apakah Demokrat sudah siapkan pendampingan hukum atau tidak," kata Dasco di Jakarta, Selasa (5/3/2019).
Dia mengatakan, hal itu akan menjadi pertimbangan dari direktorat yang dipimpinnya dalam menyikapi masalah ini.
Namun menurut dia, BPN belum ada rencana bertemu dengan pimpinan Demokrat namun menunggu sikap partai tersebut terhadap kadernya.
"Tidak ada rencana BPN Prabowo-Sandi bertemu Demokrat karena dalam BPN ada perwakilan Demokrat," ujarnya.
Selain itu Dasco mengakui bahwa AA merupakan bagian dari pendukung BPN Prabowo-Sandi namun belum diputuskan terkait posisi AA ke depannya setelah kasus yang menjeratnya.
Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol M Iqbal membenarkan adanya penggerebekan seorang politisi berinisial AA di salah satu hotel pada Minggu (3/3) pukul 18.30 WIB dan setelah dilakukan tes urine positif mengandung metaphetamine.
"AA diperiksa dan pendalaman berikut saksi-saksi. Kami lakukan tes urine terhadap AA dan positif mengandung metaphetamine atau jenis sabu," ujar M Iqbal dalam konferensi pers di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Senin (4/3).
Sampai saat ini, ujar Iqbal, belum ditemukan afiliasi dengan kelompok lain dan AA sebatas pengguna narkoba, tetapi pemeriksaan serta pendalaman terus dilakukan.
Untuk kronologi, petugas mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya pengguna narkoba di salah satu kamar hotel di kawasan Jakarta Barat.
Setelah dilakukan penyelidikan, pemetaan dan pengintaian, penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse dan Kriminal Polri berhasil menggerebek dan menangkap AA.
Penyidik mengamankan beberapa barang bukti yang ada dalam kamar hotel, yakni diduga seperangkat alat untuk menggunakan narkotika. Namun, sabu tidak ditemukan dalam kamar tersebut.
Iqbal menampik dugaan AA dijebak dan menekankan penggerebekan tersebut spontan dilakukan setelah adanya laporan dari masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Rupiah stagnan di Rp17.995 per dolar AS, berpotensi melemah dipicu sentimen global dan rilis notulen The Fed.
Libur sekolah mendongkrak kunjungan wisata Bantul hingga 74.887 orang dalam sepekan. PAD dari retribusi wisata menembus Rp1 miliar dengan pantai selatan.
Cari mobil bekas di bawah Rp100 juta? Ini 8 rekomendasi terbaik dari Honda Brio, Agya, Jazz, hingga Yaris. Simak tips dan pilih mobil idaman Anda!
Persiku Kudus resmi homebase di Stadion Sultan Agung Bantul untuk Championship 2026/2027. Tinggalkan Wergu Wetan, Macan Muria siap berjuang dari Bantul.
Harga telur, ayam potong, cabai, dan sejumlah kebutuhan pokok di Gunungkidul turun selama program MBG libur. Pedagang menyebut permintaan pasar ikut berkurang.
Google mulai menutup Android! Pengembang custom ROM resah karena kode sumber Pixel di AOSP Android 16 tak lagi dibagikan. Simak dampak dan masa depannya di sini