Harga Pangan 23 September, Cabai Rawit Tembus Rp89.500 per Kg
Harga pangan nasional 23 September 2026, cabai rawit merah Rp89.500/kg dan telur ayam Rp30.200/kg. Cek harga beras, daging, gula, dan minyak.
Neno Warisman/Bisnis-Sutarno
Harianjogja.com, JAKARTA - Puisi Neno Warisman dalam acara malam Munajat 212 di Kawasan Monas, Jakarta Pusat, Kamis (21/2/2019) malam mendapat tanggapan dari berbagai pihak. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas mempertanyakan kekhawatiran Neno Warisman tersebut. Robikin mengatakan, Tuhan yang disembah adalah Allah SWT, bukan pilpres.
Puisi itu berjudul \'Munajat 212\'. Adapun potongan puisi tersebut berbunyi, "Jangan, jangan Engkau tinggalkan kami dan menangkan kami. Karena jika Engkau tidak menangkan, kami khawatir ya Allah. Kami khawatir ya Allah tak ada lagi yang menyembah-Mu".
Menanggapi hal tersebut, Robikin menyoroti makna \'menang\' dan \'kalah\' dari kalimat tersebut. Menurutnya, ajang pilpres hanyalah ajang lima tahunan, bukan sebagai kontestatasi kekeliruan.
"Mengandaikan pilpres sebagai perang adalah kekeliruan. Pilpres hanya kontestasi lima tahunan. Proses demokrasi biasa. Tentu akan ada yang dinyatakan terpilih dan tidak terpilih. Itulah mengapa konstitusi maupun regulasi lain tidak menggunakan istilah "menang" dan \'kalah", ujar Robikin melalui keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Sabtu (23/2/2019).
Oleh karena itu, Robikin pun mempertanyakan atas dasar apa Neno Warisman membacakan potongan kalimat tersebut. Hal tersebut lantaran kedua pasangan capres-cawapres beragama Islam.
"Lalu atas dasar apa kekhawatiran Tuhan tidak ada yang menyembah kalau capres-cawapres yang didukung kalah? Apa selain capres-cawapres yang didukung bukan menyembah Tuhan, Allah SWT?," ujarnya.
Robikin pun menilai, kadar keimanan seseorang tak semudah itu untuk diukur. Oleh karena itu, dirinya pun kembali mempertanyakan pernyataan sang aktivis gerakan #2019GantiPresiden tersebut.
"Tak usah berusaha mengukur kadar keimanan orang. Apalagi masih terbiasa ukur baju orang lain dengan yang dikenakan sendiri," tambah Robikin.
Lebih jauh, Robikin berpendapat bahwa doa adalah sebuah bentuk hubungan transendental antara manusia dan Tuhan. Maka dari itu, doa harusnya dibawakan lebih santun sesuai ajaran Islam.
"Itulah mengapa Islam memberi guidance tata cara berdoa, yang antara lain dengan adab yang baik, dengan penuh sopan santun. Tentu juga tidak memanipulasi fakta," katanya.
"Ingat, Tuhan yang kita sembah adalah Allah SWT. Bukan Pilpres. Bahkan bukan agama itu sendiri," Robikin menandaskan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Harga pangan nasional 23 September 2026, cabai rawit merah Rp89.500/kg dan telur ayam Rp30.200/kg. Cek harga beras, daging, gula, dan minyak.
Timnas Indonesia dinilai punya keuntungan di FIFA ASEAN Cup 2026 karena bisa menurunkan skuad penuh dan berstatus tuan rumah.
Warga Padukuhan Karang, Tuksono, Kulonprogo, kembali memprotes tambang pasir Sungai Progo. CV BKS menyebut seluruh perizinan telah lengkap.
Jenazah Sukarman, kru KM Arupadatu I, tiba di Soetta dari Bengkulu dan langsung dibawa ke rumah duka di Pandeglang.
Harga BBM hari ini 24 September 2026 masih mengikuti penyesuaian awal September. Pertamax tetap Rp15.950 per liter.
Bank Indonesia mempertahankan BI Rate 5,75% pada September 2026. Stabilitas rupiah dan tekanan pasar keuangan global menjadi pertimbangan utama.