Jokowi-Ma’ruf Kumpulkan Kritik di Medsos Sebagai Amunisi Tangkal Serangan Prabowo-Sandi

Direktur Program Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK) Arya Bima./JIBI/BISNIS - Jaffry Prabu Prakoso
17 Januari 2019 16:37 WIB Jaffry Prabu Prakoso News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -  Debat perdana calon presiden dan wakil presiden akan berlangsung Kamis (17/1/2019) malam ini. Peserta pemilihan presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) -Ma’ruf Amin telah mengumpulkan semua kritik dari berbagai lini di media sosial. Bahan tersebut dijadikan Jokowi dan Ma'ruf sebagai  amunisi untuk mengatasi 'serangan'  Prabowo-Sandiaga Uno pada debat perdana sesi pertanyaan tertutup.

Direktur Program Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK) Arya Bima mengatakan bahwa ini membuat Jokowi-Ma'ruf  hafal betul dengan serangan yang akan diberikan lawannya, yaitu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Hampir semua pertanyaan sudah ditembakkan lewat medsos, lewat media mainstream, dan kritik yang ada. Saya kira pertanyaan ulangan dan kami siap jawab,” kata Bima di lokasi debat, Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Oleh karena itu, Bima menjelaskan bahwa tidak ada hal baru lagi ketika Prabowo-Sandi akan menyerang jagoannya di debat melalui pertanyaan.

Debat capres kali ini akan membahas tentang hukum, hak asasi manusia, korupsi, dan terorisme. Isu tersebut terbagi atas empat segmen inti pendalaman tema dan dua segmen penjabaran program di awal acara serta pernyataan tertutup sebelum berakhir.

Pada dua segmen inti, masing-masing peserta debat akan menerima pertanyaan dari moderator. Pasangan yang menerima soal akan menjawab soal kemudian dikomentari lawannya dan kembali menanggapi. Ini adalah pertanyaan terbuka karena para peserta sudah menerima soal jauh-jauh hari.

Sementara, dua segmen inti terakhir merupakan pertanyaan tertutup. Masing-masing calon bebas menanyakan apa saja kepada lawannya yang dijawab lalu dikomentari pelempar pertanyaan dan ditanggapi penerima soal.

Sumber : Bisnis.com