Advertisement
Prabowo Akan Terapkan WFH untuk Hemat BBM, Ini Pendapat Ekonom
Work From Home - Ilustrasi - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA— Rencana penerapan Work From Home (WFH) untuk menghemat BBM mulai dikaji pemerintah di tengah lonjakan harga minyak dunia. Presiden Prabowo Subianto disebut mempertimbangkan kebijakan tersebut bersama opsi pengurangan hari kerja sebagai langkah menekan konsumsi bahan bakar nasional.
Kajian penghematan BBM melalui skema WFH menjadi perhatian setelah harga minyak global melonjak akibat konflik di kawasan Timur Tengah. Kondisi ini berdampak langsung pada Indonesia yang masih bergantung pada impor minyak mentah sekitar 1 juta barel per hari.
Advertisement
Harga minyak dunia bahkan telah menembus lebih dari US$100 per barel. Angka tersebut jauh di atas asumsi harga minyak Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) yang dipatok dalam APBN 2026 sekitar US$70 per barel.
Peneliti dari Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet, menilai langkah membatasi penggunaan BBM melalui kebijakan WFH atau pengurangan hari kerja cukup rasional sebagai respons awal pemerintah.
BACA JUGA
Menurutnya, sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara juga pernah mengambil langkah serupa untuk menekan konsumsi energi saat harga minyak dunia meningkat.
“Logikanya sederhana, kalau mobilitas ASN berkurang, penggunaan kendaraan dinas dan perjalanan harian juga ikut turun, sehingga konsumsi BBM bisa ditekan. Kita juga pernah melihat pengalaman serupa saat pandemi COVID-19 ketika banyak pegawai bekerja dari rumah dan konsumsi BBM nasional ikut menurun,” tutur Yusuf, Minggu (15/3/2026).
Ia menambahkan kebijakan WFH untuk aparatur sipil negara (ASN) relatif mudah diterapkan karena tidak membutuhkan tambahan anggaran. Bahkan, langkah tersebut berpotensi menghemat pengeluaran operasional pemerintah.
Selain itu, kebijakan tersebut juga dinilai dapat memberikan sinyal kepada pasar bahwa pemerintah berupaya mengendalikan konsumsi energi serta menjaga disiplin fiskal di tengah tekanan harga minyak global.
Namun, Yusuf mengingatkan bahwa kebijakan penghematan BBM melalui WFH memiliki keterbatasan. Dampaknya diperkirakan hanya menyasar konsumsi energi di sektor pemerintahan, sementara porsi terbesar penggunaan BBM berasal dari masyarakat umum dan sektor transportasi yang lebih luas.
Ia juga menilai penerapan kebijakan tersebut secara luas atau dalam jangka panjang berpotensi memengaruhi pelayanan publik dan aktivitas ekonomi tertentu, terutama di daerah yang infrastruktur digitalnya belum sepenuhnya siap.
“Karena itu, menurut saya langkah ini sebaiknya dilihat sebagai bagian dari paket kebijakan yang lebih luas. Selain penghematan energi melalui WFH, pemerintah juga perlu menunjukkan disiplin anggaran dari sisi internal birokrasi,” imbuh Yusuf.
Sebagai contoh, pemerintah dapat meninjau kembali berbagai belanja yang dinilai tidak mendesak, mulai dari efisiensi perjalanan dinas hingga pembatasan kegiatan seremonial di kementerian dan lembaga.
“Komponen tunjangan kinerja dalam struktur penghasilan pejabat sebenarnya cukup besar, sehingga penyesuaian sementara pada kelompok jabatan tertinggi bisa menjadi sinyal solidaritas fiskal sekaligus membantu mengurangi tekanan anggaran,” kata Yusuf.
Arahan Prabowo
Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto mendorong langkah penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sebagai bagian dari antisipasi dampak krisis global. Presiden juga meminta jajaran pemerintah mengkaji kemungkinan penerapan kerja dari rumah atau work from home (WFH) untuk mengurangi konsumsi energi.
Arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara di Jakarta pada Jumat (13/3/2026). Dalam sidang tersebut, Presiden meminta para menteri menyiapkan langkah-langkah proaktif guna menghadapi dinamika global yang berpotensi memengaruhi sektor energi dan ekonomi nasional.
Presiden menegaskan bahwa pemerintah perlu mulai melakukan penghematan konsumsi BBM sebagai langkah antisipatif menghadapi ketidakpastian global.
"Tentunya kita juga sekarang harus melakukan langkah-langkah yang proaktif, dalam arti kita harus melakukan penghematan konsumsi BBM. Kita tidak bisa menganggap bahwa apapun terjadi kita aman, ya kita bersyukur kita aman, tapi kita tidak ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM kita," kata Prabowo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Hujan Deras dan Angin Kencang Ganggu 15 Penerbangan di Juanda
- Iran Sebut AS Minta Bantuan Negara Regional Amankan Selat Hormuz
- WHO: 14 Tenaga Medis Tewas dalam Serangan Fasilitas Kesehatan Lebanon
- Trump Sebut Banyak Negara Siap Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz
- Prabowo Perintahkan Polri Usut Tuntas Penyiraman Andrie Yunus
Advertisement
Libur Lebaran, Mas Marrel Minta Wisatawan Ikut Jaga Kebersihan Jogja
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Inter Ditahan Atalanta 1-1, Jarak dengan AC Milan Terancam
- Jadwal KRL Solo ke Jogja Minggu 15 Maret 2026, Tarif Rp8.000
- Atletico Madrid Menang 1-0 atas Getafe, Molina Jadi Penentu
- Bayern Ditahan Leverkusen 1-1, Dortmund Menang 2-0 atas Augsburg
- Jadwal Imsakiyah Jogja 15 Maret 2026, Cek Waktu Sahur dan Buka
- Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Dinilai Ancaman Demokrasi
- Arus Mudik 2026, Kendaraan Masuk Jogja via Tol Prambanan Naik
Advertisement
Advertisement








