Ole Romeny Ungkap Arti Trofi FIFA ASEAN Cup bagi Timnas Indonesia
Ole Romeny menyebut trofi FIFA ASEAN Cup 2026 sangat berarti setelah Timnas Indonesia mengalahkan Thailand lewat adu penalti.
Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto di Istora Senayan, kamis (22/11/2018). /Suara.com-Ria Rizki Nirmala Sari
Harianjogja.com, JAKARTA – Panitia Reuni Akbar Persaudaraan Alumni 212 tidak mengundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara reuni 212 di Monas, Jakarta, pada Minggu, 2 Desember 2018. Hal itu ditegaskan Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Ma\'arif.
"Rapat terakhir kemarin sore ada juga masukan dari ulama-ulama serta arahan imam besar akhirnya panitia memutuskan tidak mengundang secara tertulis ke Pak Jokowi dengan berbagai pertimbangan yang ada," kata Slamet dalam acara MNC Trijaya “Seberapa Gereget 212” di D\'consulate Resto dan Louge, Jakarta, Sabtu (1/12/2018).
Meski demikian, penyelenggara reuni 212 mengundang Prabowo Subianto sebagai tamu kehormatan dalam acara tersebut. Undangan disampaikan dalam bentuk lisan kepada ajudan dari calon presiden (capres) nomor urut 02 itu.
"Sampai sekarang belum mengirimkan undangan tertulis dan sampai hari ini saya belum ketemu Prabowo karena masih di luar negeri kata ajudannya. Jadi dua-duanya belum ada kepastian baik Prabowo atau Sandiaga untuk hadir di acara besok," jelas Slamet.
Menurut dia, pertimbangan tidak diundangnya Kepala Negara lantaran dinilai dirinya tidak antusias dengan acara reuni 212 tersebut. Jokowi, sambung dia, juga dinilai kurang bersyukur lantaran berkumpulnya umat Islam di Monas untuk berzikir dan bertahajud bersama untuk menguatkan ukhuwah Islamiyah bangsa Indonesia.
"Kemudian kita masih melihat penegakan hukum, penegakan keadilan belum bisa dilaksanakan dengan baik kemudian juga kriminalisasi terhadap ulama belum ada penyelesaian," tuturnya.
Slamet menambahkan, tidak diundangnya Jokowi juga karena tidak ingin mengganggu kekhidmatan reuni 212. Pasalnya, Kepala Negara memiliki protokoler dan pengamanan super ketat yang dinilai dapat mengganggu kekhusyukan selama berlangsungnya acara itu.
"Tidak bisa dipungkiri bahwa besok yang hadir masih banyak yang kecewa dengan kebijakan Pak Jokowi saat ini dan dikhawatirkan nanti memunculkan hal-hal yang tidak diinginkan yang membuat Pak Jokowi jadi tidak nyaman," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : okezone.com
Ole Romeny menyebut trofi FIFA ASEAN Cup 2026 sangat berarti setelah Timnas Indonesia mengalahkan Thailand lewat adu penalti.
BGN menguji coba MBG prasmanan di dua sekolah DIY dengan 106 siswa. Kepuasan siswa dan guru mencapai 5/5, sisa makanan 3,3 kg.
Veda Ega Pratama punya rekam jejak kuat di Mandalika. Simak modal dan tantangan pembalap Honda Team Asia di Moto3 Indonesia 2026.
DPR RI resmi mengesahkan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan menjadi UU pada 6 Oktober 2026 setelah pembahasan sejak 14 September.
Unisa Jogja menggelar Unisa Festdengan konsep eko-green. Sampah botol plastik dikelola untuk mendukung beasiswa mahasiswa
Schneider Electric mengakuisisi PTC senilai Rp404 triliun untuk memperkuat bisnis software dan infrastruktur data center AI.