NASA Soroti Karhutla Papua, Emisi Karbon Tembus 35 Megaton
NASA menyoroti karhutla Papua yang meningkatkan polusi dan emisi karbon. BNPB mencatat 2.393 hektare lahan terbakar hingga 28 Oktober 2026.
Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto bertemu dengan mantan istrinya, Titiek Soeharto di Mal Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan, Rabu (17/10/2018). /Suara.com-Ria Rizki Nirmala Sari
Harianjogja.com-JAKARTA- Pasangan capres dan cawapres Prabowo-Sandiaga diklaim tak disokong pengusaha untuk biaya Pilpres 2019.
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto mengatakan bahwa Capres – Cawapres Prabowo Subianto – Sandiaga Uno tidak memiliki banyak dana untuk menunjang kampanyenya di Pemilihan Presiden 2019. Titiek bahkan mengklaim tidak ada konglomerat yang membantu Capres – Cawapres nomor urut 02 tersebut.
Titiek menjelaskan bahwa kondisi keuangan Prabowo – Sandiaga sangat berbeda jauh dibandingkan Capres – Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi – Maruf Amin. Berbanding terbalik dengan kubu lawan yang dipenuhi sosok konglomerat, Titiek mengaku kubu Prabowo – Sandiaga hanya bisa patungan demi mengumpulkan dana untuk berkampanye.
“Memang kita ini terbatas ya, Kita ini urunan semuanya, nggak ada konglomerat yang menyokong kita gitu, nggak kayak di tim sebelah sana ya,” kata Titiek di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (22/11/2018).
Padahal Titiek sangat menyadari betapa tingginya antusias masyarakat yang menginginkan perubahan dari kondisi Indonesia di bawah pemerintahan Jokowi kini. Hal itu dibuktikan dengan hadirnya ribuan para relawan pendukung Prabowo – Sandiaga dalam acara pembekalan yang dilangsungkan di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (22/11/2018).
Di balik banyaknya pendukung Prabowo – Sandiaga, Titiek akui kalangan emak-emak lah yang paling militan. Namun Titiek pastikan jika Prabowo – Sandiaga tidak hanya akan fokus pada kalangan emak-emak, namun tentu akan merangkul seluruh elemen masyarakat, terutama para petani yang dinilainya masih menjalani hidup yang jauh dari kata sejahtera.
“Tentunya kita lihat emak-emak yang paling militan. tapi millenial pun tidak kita tinggalkan, tentu kita rangkul. Kemudian kaum dagang, petani utamanya yang hidupnya masih kurang sejahtera,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
NASA menyoroti karhutla Papua yang meningkatkan polusi dan emisi karbon. BNPB mencatat 2.393 hektare lahan terbakar hingga 28 Oktober 2026.
BPS mencatat 938,84 juta perjalanan wisatawan nusantara sepanjang Januari-September 2026, naik 4,10% dan tertinggi sejak 2019.
Bareskrim mengungkap korban TPPO bermodus rekrutmen tentara bayaran Rusia berasal dari kalangan sipil hingga mantan anggota TNI dan Polri.
Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menjabat Kapolda Jateng sejak Oktober 2026. Rekam jejaknya di BNN kini disorot setelah polemik penggeledahan ponpes.
Peneliti menemukan 319 ekstensi Chrome yang mengalihkan pencarian melalui server perantara dan berpotensi memantau aktivitas pengguna.
Neraca perdagangan Indonesia surplus US$3,36 miliar pada September 2026. BI menilai capaian ini memperkuat ketahanan eksternal ekonomi nasional.