Selama 4 Tahun Memimpin, Jokowi Ungkapkan Pikiran dan Hati Fokus ke Desa

Presiden Joko Widodo. - Antara Foto/Yudhi Mahatma
22 November 2018 20:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, SEMARANG-Presiden, Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa pikiran dan hatinya dalam empat tahun memimpin Indonesia selalu fokus ke desa.

"Desa menjadi bintang utama pembangunan empat tahun ini. Saya percaya dengan membangun desa, maka kita membangun Indonesia yang asli," kata Jokowi saat bicara dalam acara Sarasehan Pengelolaan Dana Desa Se-Jawa Tengah Tahun 2019 di Semarang, Kamis (22/11/2018).

Kepala Negara menyebut, 74.000 desa yang ada di seluruh Indonesia telah mendapat kucuran dana desa (DD) sejak 2015 hingga 2018, di mana besarannya mengalami kenaikan terus.

Jokowi mengungkapkan pada 2015 DD yang telah dikucurkan senilai Rp20 triliun, 2016 naik menjadi Rp47 triliun, 2017 menjadi Rp60 triliun, 2018 Rp60 triliun dan 2019 kembali naik menjadi Rp70 triliun.

Dia mencontohkan, DD Jawa Tengah yang memiliki APBD Rp24 triliun, di mana DD-nya senilai Rp6,7 triliun.

"Besar sekali. Saya mengharapkan DD ini jangan kembali ke kota, apalagi ke Jakarta," harap Jokowi.

Kepala Negara berharap, DD tersebut berputar di desa sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat desa itu sendiri.

"Caranya sering saya menyampaikan, saat belanja menggunakan material yang ada di desa itu. Beli batu di desa atau kecamatan itu. Beli pasir cari kali yang ada pasir dekat desa beli di situ. Semen jangan jauh-jauh di desa atau kecamatan. Agar uang beredar terus di situ. Jangan kembali ke kota apalagi Jakarta," katanya.

Presiden mengatakan tanpa perputaran uang di desa, mustahil desa meningkat kesejahteraannya.

"Itu teori ekonomi, sehingga pendamping bisa diarahkan ke situ," kata Jokowi.

Dia juga berharap dalam membangun desa menggunakan DD diharapkan menggunakan tenaga kerja masyarakat setempat dengan padat karya.

Dalam acara Sarasehan Pengelolaan Dana Desa Se-Jawa Tengah Tahun 2019 ini beberapa menteri Kabinet Kerja yang hadir, yakni Mendagri, Tjahjo Kumolo, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sanjoyo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo serta pejabat lainnya.

Sumber : Antara