Kampung Celana Dalam Klaten Bertahan di Tengah Krisis
Sentra konveksi pakaian dalam di Tempursari Klaten bertahan di tengah kenaikan bahan baku dan turunnya permintaan, untung tergerus 50 persen.
Pendiri Lion Air Group, Rusdi Kirana./Okezone-Rizki
Harianjogja.com,JAKARTA - Pendiri Lion Air Group, Rusdi Kirana menemui para keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT610.
Tragedi jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610 di Perairan Karawang, Jawa Barat menimbulkan banyak luka dan kesedihan. Hal itu juga dirasakan Pendiri Lion Air Group, Rusdi Kirana saat menemui para keluarga korban di Crisis Center, Hotel Ibis, Cawang, Jakarta Timur.
Mengenakan kemeja putih dan celana hitam, Rusdi masuk ke ruangan Crisis Center langsung menemui keluarga korban. Ia juga nampak didampingi Presiden Direktur Lion Air, Edward Sirait.
"Saya datang kemari habis dari Tanjung Priok tempat evakuasi, saya turut berduka cita atas keluarga korban. Otomatis saya merasakan kesedihan keluarga korban tapi saya berusaha menangani keluarga korban di sini dengan baik," kata Rusdi sembari terseguk, Selasa, (30/10/2018).
Rusdi mengatakan, pihaknya saat ini berupaya keras memastikan untuk menangani keluarga korban dengan baik. Termasuk menyiapkan pendamping bagi keluarga korban yang tengah mencari keluarganya.
"Kita ada 120 staf yang setiap hari menjadi pendamping mereka, jadi satu keluarga korban didampingi satu staf kita, dan kita ada psikiater yang kerjasama dengan universitas dengan harapan kalau ada yang beban itu bisa konsulin," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Sentra konveksi pakaian dalam di Tempursari Klaten bertahan di tengah kenaikan bahan baku dan turunnya permintaan, untung tergerus 50 persen.
Qatar menahan imbang Swiss 1-1 di Piala Dunia 2026 lewat gol injury time Boualem Khoukhi di laga Grup B.
Wamenpar Ni Luh sebut wisata gastronomi bukan sekadar kuliner, tapi pengalaman budaya yang jadi daya tarik wisata Indonesia.
Pemerintah siapkan PLTG 2.000 MW senilai Rp70 triliun untuk dorong swasembada energi dan target pertumbuhan ekonomi 8%.
Jogja didorong jadi destinasi unggulan selain Bali. Kunjungan wisman ke Borobudur–Prambanan meningkat signifikan.
Jadwal KRL Jogja–Solo Minggu 14 Juni 2026 lengkap semua stasiun, tarif Rp8.000, beroperasi dari pagi hingga malam.