Advertisement
Prancis Tahan Kapal Induk di Mediterania, Tak Kirim ke Hormuz
Ilustrasi kapal perang Prancis (Freepik)
Advertisement
Harianjogja.com, MOSKOW—Pemerintah Prancis memastikan kapal induk andalannya, Charles de Gaulle, tetap ditempatkan di kawasan Mediterania Timur meskipun Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meminta sejumlah negara mengirim kapal perang untuk menjaga keamanan di Selat Hormuz.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Prancis pada Minggu (15/3/2026), yang menegaskan bahwa posisi Paris terhadap situasi keamanan di Timur Tengah tidak mengalami perubahan.
Advertisement
Pada Sabtu sebelumnya, Trump menyerukan kepada sejumlah negara, termasuk China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris untuk mengirimkan kapal perang ke Selat Hormuz guna memastikan keamanan jalur pelayaran tersebut.
Namun, pemerintah Prancis menegaskan kebijakan militernya di kawasan Timur Tengah tetap bersifat defensif dan tidak berubah meskipun situasi regional memanas.
BACA JUGA
Sebelumnya, pada Kamis, Menteri Pertahanan Prancis, Catherine Vautrin, juga menyampaikan bahwa pemerintah Prancis tidak memiliki rencana mengirimkan kapal perang ke Selat Hormuz di tengah meningkatnya eskalasi di kawasan tersebut.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah pada 28 Februari 2026 Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan serta korban sipil di wilayah Iran.
Sebagai respons, Iran kemudian melancarkan serangan balasan yang menargetkan wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Eskalasi konflik di sekitar Iran juga memicu blokade de facto di Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi rute utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara kawasan Teluk Persia menuju pasar global.
Situasi tersebut turut memengaruhi tingkat ekspor serta produksi minyak di kawasan tersebut dan memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi dunia di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Iran Sebut AS Minta Bantuan Negara Regional Amankan Selat Hormuz
- WHO: 14 Tenaga Medis Tewas dalam Serangan Fasilitas Kesehatan Lebanon
- Trump Sebut Banyak Negara Siap Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz
- Prabowo Perintahkan Polri Usut Tuntas Penyiraman Andrie Yunus
- Polisi Didesak Tangkap Dalang Teror Penyiram Air Keras Aktivis
Advertisement
Penumpang DAMRI Jogja Naik 20 Persen Jelang saat Mudik Lebaran
Advertisement
Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- Polisi Didesak Tangkap Dalang Teror Penyiram Air Keras Aktivis
- Mudik Gratis CFG Berangkatkan 225 Pemudik dari Jakarta
- KPK Tahan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Terkait Kasus Pemerasan THR
- KONI DIY Gandeng RS Hermina Perkuat Layanan Kesehatan Atlet
- Kemlu RI Beri Bantuan Hukum 19 Nelayan Aceh Ditahan di Thailand
- Masalah THR Lebaran di Bantul Muncul, 1 Kasus Naik ke DIY
- Indonesia Pilih Tak Jadi Co-Sponsor Resolusi Konflik Iran vs AS-Israel
Advertisement
Advertisement






