Profil Gus Rozin Bangun BPRS untuk UMKM di Sekitar Pesantren
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Tim SAR melakukan penyelaman untuk pencarian pesawat Lion Air JT 610, Senin (29/10/2018)./Twitter-@Sutopo_PN
Harianjogja.com, BEKASI– Petugas menemukan jenazah yang diduga korban pesawat jatuh Lion Air HT 610 di perairan Bekasi, Jawa Barat.
Polres Metro Bekasi turut melakukan pencarian terhadap korban pesawat Lion Air JT-160 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, pada Senin 29 Oktober 2018 pagi. Langkah ini dilakukan karena lokasi jatuhnya pesawat masih berbatasan dengan wilayah hukum perairan Polres Metro Bekasi.
"Jadi pesawat memang jatuh di perbatasan antara Polres Karawang dengan Polres Metro Bekasi. Namun, kita melakukan pencarian di wilayah hukum perairan Bekasi. Jadi dari Polsek Muara Gembong, kita menuju Muara Bendera. Kita gunakan kapal yang cukup besar menuju perairan Karawang Utara," kata Kapolres Metro Bekasi Kombes Candra Sukma Kumara, di Bekasi, Selasa (30/10/2018).
Ia menyebutkan, sedikitnya ada tiga korban yang ditemukan dalam upaya pencarian yang juga dibantu pihak Lion Air dan Polairud Polda Metro Jaya itu.
"Update terakhir informasi ada tiga korban yang ditemukan di Muara Bungin. Makanya kita akan cek ke lokasi. Kalau benar korban pesawat jatuh, kita evakuasi dan selanjutnya dikirim ke Rumah Sakit Polri untuk DVI," ungkapnya.
Candra melanjutkan, pihaknya akan mendirikan posko di Muara Gembong dengan dibantu pihak Basarnas. Polres Metro Bekasi juga bakal melanjutkan pencarian dengan menyisir di sepanjang wilayah perairan Bekasi.
"Kita akan sisiri terus, jadi akan lebih mempermudah pencarian," jelasnya.
Sebagaimana diberitakan, pesawat Lion Air JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang dinyatakan jatuh di perairan Karawang pada Senin 29 Oktober 2018. Pesawat tersebut sebelumnya hilang kontak setelah 13 menit lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta sekira pukul 06.20 WIB.
Pesawat dengan nomor registrasi PK-LQP itu membawa 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak dan 2 bayi dengan 2 pilot serta 6 awak kabin. Pihak Lion Air menyatakan pesawat ini dikemudikan Kapten Pilot Bhavye Suneja yang memiliki lebih dari 6.000 jam terbang dan Kopilot Harvino dengan 4.000 jam terbang.
Pesawat Boeing 737 Max 8 tersebut juga terbilang baru karena memiliki kurang dari 1.000 jam terbang. Sementara sertifikat layak terbang (certificate of air worthiness) pesawat itu diterbitkan pada 15 Agustus 2018 dan berakhir 14 Agustus 2019.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Gelora Seni 17-an di Lemahdadi Bantul menghadirkan pertunjukan lintas generasi, dari tari hingga Jathilan, dalam HUT ke-81 RI.
BTN memperkuat penyaluran FLPP di Jambi dengan mendorong rumah subsidi berkualitas dan tingkat keterhunian yang mencapai 95,07%.
Kelok 23 JJLS Gunungkidul-Bantul hampir rampung dan bakal dilengkapi tiga gardu pandang untuk menikmati panorama Laut Selatan.
DPRD Jogja meminta kantong parkir disiapkan sebelum Malioboro full pedestrian untuk mencegah parkir liar, macet, dan pungutan tak sesuai aturan.
Kejagung menyita aset bos PT QSS Sudianto alias Aseng senilai Rp338,35 miliar terkait dugaan korupsi pertambangan bauksit.