Advertisement

Bentrokan di Minneapolis Usai Agen Imigrasi AS Tembak Imigran

Jumali
Kamis, 15 Januari 2026 - 17:57 WIB
Jumali
Bentrokan di Minneapolis Usai Agen Imigrasi AS Tembak Imigran Ilustrasi. - freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Seorang pria Venezuela ditembak di kaki oleh agen Imigrasi dan Bea Cukai AS di Minneapolis, memicu protes dan bentrokan massa dengan polisi federal, Rabu (14/1/2026) waktu setempat.

Insiden ini memperkeruh gejolak akibat operasi besar-besaran penegakan imigrasi yang memicu protes dan bentrokan berhari-hari di kota tersebut.

Advertisement

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (Department of Homeland Security/DHS) mengklaim penembakan terjadi saat agen federal berupaya menangkap pria yang diduga menetap secara ilegal. Menurut DHS, petugas diserang menggunakan gagang sapu dan sekop salju oleh dua orang lainnya saat tengah bergumul dengan pria Venezuela tersebut pasca-pemeriksaan lalu lintas.

Reuters melaporkan, penembakan tersebut langsung menyulut bentrokan hebat. Para demonstran melemparkan batu, bongkahan es, hingga kembang api ke arah aparat. Pihak kepolisian membalas dengan tembakan gas air mata dan amunisi pengendali massa hingga larut malam.

Insiden ini menambah luka warga Minneapolis, menyusul peristiwa tragis sepekan sebelumnya ketika seorang petugas imigrasi menembak mati Renee Good (37), warga negara AS sekaligus ibu tiga anak, di dalam mobilnya.

Kepala Kepolisian Minneapolis, Brian O'Hara, menyatakan bahwa warga di sekitar lokasi telah melakukan tindakan melanggar hukum. Dalam konferensi pers bersama Wali Kota Jacob Frey, O'Hara mendesak massa untuk membubarkan diri guna mencegah eskalasi kekerasan yang lebih besar.

DHS, yang mengawasi Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE), menuduh Wali Kota Jacob Frey dan Gubernur Minnesota Tim Walz telah mendorong perlawanan terhadap ICE melalui "retorika kebencian".

Namun, tuduhan ini ditolak tegas oleh Frey. "Kita tidak bisa melawan kekacauan Donald Trump dengan kekacauan versi kita sendiri," kata Frey, merujuk pada kebijakan keras pemerintahan pusat.

Berdasarkan pernyataan resmi DHS, berikut adalah kronologi insiden yang terjadi di tengah suhu di bawah titik beku tersebut:

- Upaya Melarikan Diri: Pria Venezuela yang menjadi target pemeriksaan lalu lintas mencoba kabur dengan menabrakkan kendaraannya ke mobil yang terparkir, lalu melarikan diri dengan berjalan kaki.

- Perlawanan Fisik: Saat terkejar, pria tersebut melakukan perlawanan brutal. Dua orang dari apartemen terdekat muncul dan menyerang petugas menggunakan sekop salju dan gagang sapu.

- Tembakan Petugas: Karena merasa terancam nyawanya, petugas melepaskan tembakan yang mengenai kaki pria Venezuela tersebut.

- Penangkapan: Pria yang terluka dan dua penyerang lainnya sempat membarikade diri di dalam apartemen sebelum akhirnya berhasil ditangkap.

DHS mengonfirmasi bahwa baik pria yang tertembak maupun petugas medis telah dilarikan ke rumah sakit. Kondisi pria tersebut dilaporkan stabil, sementara kondisi petugas belum diumumkan secara resmi.

Ketegangan di Minneapolis meningkat tajam seiring pengerahan besar-besaran aparat federal oleh pemerintahan Presiden Donald Trump. Operasi ini disebut sebagai yang terbesar dalam sejarah DHS.

Masyarakat menentang keras taktik agresif aparat imigrasi, termasuk penggunaan gas air mata, peluru merica, dan granat kejut di lingkungan permukiman warga. Meski mendapat gelombang protes, pemerintah federal tetap membela tindakan aparatnya dengan alasan kekebalan hukum federal dalam menjalankan tugas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

ADHI Pastikan Proyek Jalan Tol DIY Tepat Waktu

ADHI Pastikan Proyek Jalan Tol DIY Tepat Waktu

Jogja
| Kamis, 15 Januari 2026, 19:12 WIB

Advertisement

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Wisata
| Selasa, 13 Januari 2026, 16:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement