Advertisement
Banjir Rendam 62 Sekolah di Kudus, Siswa Belajar Daring
SD Negeri 3 Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, gergenang banjir, sehingga siswa menjalani proses belajar mengajar secara daring. ANTARA - Akhmad Nazaruddin Lathif
Advertisement
Harianjogja.com, KUDUS—Sebanyak 62 sekolah di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah pertama (SMP), terdampak banjir. Kondisi tersebut membuat kegiatan belajar mengajar (KBM) sementara dialihkan secara daring atau online.
“Kegiatan belajar mengajar secara daring tetap akan digelar selama sekolah tersebut masih terdampak banjir,” kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus Anggun Nugroho di Kudus, Kamis.
Ia mengungkapkan, jumlah sekolah terdampak akan terus dimutakhirkan seiring curah hujan yang masih tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Banjir akibat intensitas hujan tinggi sejak Jumat (9/1) merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus dan berdampak langsung pada aktivitas pendidikan. Puluhan sekolah dasar (SD) dan TK di berbagai kecamatan terpaksa menghentikan KBM tatap muka.
Disdikpora Kabupaten Kudus pun mengeluarkan imbauan kepada seluruh satuan pendidikan yang terdampak banjir untuk meliburkan siswa dan mengganti KBM dengan pembelajaran daring.
“Seluruh sekolah kami minta mengutamakan keselamatan warga sekolah, terutama siswa. Jangan memaksakan kegiatan tatap muka apabila kondisi tidak memungkinkan dan berisiko,” ujarnya.
Selain itu, Disdikpora meminta pihak sekolah mengamankan aset-aset penting seperti perangkat elektronik, alat peraga, dan buku pelajaran agar terhindar dari kerusakan akibat genangan air.
Para guru juga diminta tetap aktif memantau perkembangan siswa dari rumah melalui WhatsApp Group (WAG) atau platform pembelajaran lainnya. Guru dapat mengajukan izin work from anywhere (WFA) maupun permohonan toleransi keterlambatan.
Sementara itu, Guru Kelas 6 SD Negeri 3 Pasuruhan Lor, Muhammad Sa'id, mengatakan banjir mulai terjadi pada Senin (12/1) siang setelah siswa selesai mengikuti KBM. Sekolah tersebut memiliki 78 siswa yang seluruhnya berasal dari Dukuh Goleng, Desa Pasuruhan Lor.
“Karena halaman sekolah tergenang banjir, maka siswa diliburkan. Sedangkan pembelajaran tatap muka diganti secara daring,” ujarnya.
Langkah pengalihan KBM ini diharapkan dapat menjaga keselamatan seluruh warga sekolah sekaligus memastikan hak siswa untuk tetap mendapatkan layanan pendidikan di tengah kondisi darurat banjir.
Advertisement
BACA JUGA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Dokter Peringatkan Risiko Penyakit Pekerja Lapangan Saat Banjir
- Sejumlah Negara di Eropa Imbau Warganya Tinggalkan Iran karena Protes
- Syafiq Ridhan Ali, Korban Hilang Gunung Slamet Ditemukan Meninggal
- KLH Siapkan Gugatan Triliunan Perusahaan Pemicu Banjir Sumatera
- Anwar Ibrahim Umumkan Malaysia Ikut Misi Kemanusiaan Gaza
Advertisement
Satpol PP Bantul Petakan Akomodasi Ilegal, Tunggu Dasar Penindakan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Mitsubishi Produksi Nissan Rogue PHEV dan Navara
- PSS Sleman Borong Penggawa Muda Persija, Ini Kata Pieter Huistra
- Lima Titik Air Minum Gratis Hadir di Malioboro Jogja
- India Open 2026: Jonatan Christie Lolos ke Babak 16 Besar
- Tergilas ChatGPT, Raksasa Bimbel Online Chegg Bangkrut
- Jembatan Darurat Nanggulan-Sentolo Mulai Dibangun
- Pecahkan Rekor, Zoe Saldana Jadi Aktris Terlaris Sepanjang Masa
Advertisement
Advertisement




