Survei LSI Sebut Elektabilitas Tergerus, Prabowo : Denny JA Itu Apa? Tuhan?

Prabowo menggelar konferensi pers di kediamannya di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (3/10/2018). - Suara.com/Yosea Arga
24 Oktober 2018 17:50 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com JAKARTA- Kabar hoaks aktivis Ratna Sarumpaet menurut hasil survei berdampak negatif pada elektabilitas pasangan Prabowo-Sandiaga.

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto buka suara terkait hasil survei Lingkar Survei Indonesia (LSI) yang menyebut elektoral Prabowo-Sandiaga tergerus akibat berita hoaks yang menjerat Ratna Sarumpaet sebagai tersangka. Prabowo pun menuding survei LSI itu disponsori pihak lain.

Ketua Umum Partai Gerindra itu juga mempertanyakan kapasitas Denny JA sebagai pemilik LSI.

"Kenapa survei Denny JA? Denny JA itu apa? Tuhan? Bukan kan?Di bidang polling," kata Prabowo di Stadion Klender, Jakarta Timur, Rabu (24/10/2018).

Selain itu, Prabowo menilai hasil survei LSI tergantung dengan pihak yang menyokong dananya. Namun demikian, Prabowo mengaku tak ambil pusing dengan survei tersebut.

"Survei itu gimana-gimana siapa yang bayar. Santai saja nanti saya juga bikin poling," pungkasnya.

Untuk diketahui, kasus penyebaran berita bohong alias hoaks Ratna Sarumpaet berdampak pada naiknya persentase masyarakat, yang memandang negatif kubu Capres - Cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Pasca kebohongan soal klaim penganiayan terungkap,Ratnaa juga langsung dipecat sebagai anggota Badan Pemenangan Prabowo-Sandiaga.

Berdasarkan hasil penelitian Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, responden cenderung menjadi menolak atau tidak mendukung Prabowo - Sandiaga pada Pilpres 2019. Jumlah orang yang seperti itu mencapai 17,9 persen dari total 1.200 responden

Sumber : Suara.com