Bentrokan di Pidie Tewaskan Satu Warga, Komnas HAM Diminta Turun

Newswire
Newswire Jum'at, 06 November 2026 19:57 WIB
Bentrokan di Pidie Tewaskan Satu Warga, Komnas HAM Diminta Turun

Yusril Ihza Mahendra - Antara

Harianjogja.com, ACEH—Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra mempersilakan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyelidiki insiden bentrokan yang terjadi di Kabupaten Pidie, Aceh.

Pemerintah membuka ruang bagi Komnas HAM untuk melakukan pemantauan dan penyelidikan guna mengungkap fakta di balik peristiwa yang mengakibatkan satu warga meninggal dunia dan 13 lainnya mengalami luka-luka tersebut.

"Pemerintah juga mempersilakan Komnas HAM turun ke Aceh melakukan pemantauan dan penyelidikan atas peristiwa ini," kata Yusril di Aceh Besar, Jumat (6/11/2026).

Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers terkait bentrokan antara aparat TNI/Polri dan masyarakat di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie. Konferensi pers berlangsung di ruang VIP Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar.

Bentrokan di Pidie Dipicu Penertiban Bendera Bulan Bintang

Sebelumnya, penertiban bendera Bulan Bintang oleh personel TNI/Polri di Desa Pulo Keunari memicu bentrokan dengan masyarakat setempat. Penertiban tersebut berlangsung dalam rangkaian acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Rabu (4/11/2026).

Peristiwa itu mengakibatkan 14 warga menjadi korban. Sebanyak 13 orang mengalami luka-luka, sedangkan satu warga meninggal dunia akibat tertembak di bagian dada.

Selain warga, enam personel TNI juga dilaporkan mengalami luka-luka.

Yusril mengatakan investigasi terhadap peristiwa tersebut akan terus dilakukan. Pemerintah berharap proses itu dapat mengungkap fakta yang sebenarnya terjadi, termasuk memastikan penyebab luka yang dialami korban meninggal dunia.

Menurut Yusril, meskipun insiden tersebut disebut sebagai penembakan, masih diperlukan pendalaman untuk memastikan apakah benar terjadi penembakan dan apakah luka pada tubuh korban meninggal merupakan luka tembak atau disebabkan hal lain.

"Lalu, apakah luka pada korban meninggal benar luka tembak atau lainnya. Maka, ini perlu pendalaman dan penyelidikan. Kita maklum korban sudah dimakamkan dan tidak dilakukan otopsi terhadap jenazah korban."

Ia menegaskan kondisi jenazah yang telah dimakamkan dan tidak adanya autopsi tidak menutup kemungkinan untuk mengungkap fakta sebenarnya dari insiden tersebut.

Komnas HAM Berencana ke Aceh pada Minggu

Yusril mengungkapkan telah berkomunikasi dengan Ketua Komnas HAM Anis Hidayah mengenai rencana kedatangan lembaga tersebut ke Aceh pada Minggu. Komnas HAM akan melakukan penyelidikan bersama Komnas HAM Perwakilan Aceh.

Dalam pelaksanaan tugasnya, Yusril berpesan agar Komnas HAM menjalin komunikasi dan koordinasi dengan Pangdam IM.

"Kita menghormati Komnas HAM adalah lembaga negara independen dalam menjalankan tugasnya. Tapi, ketika berada di lapangan kami berharap tetaplah melakukan koordinasi sesama instansi pemerintah dalam menjalankan tugas-tugasnya," kata Yusril.

Pada kesempatan tersebut, Yusril juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Abzalul Riza, warga yang meninggal dunia dalam insiden tersebut. Pemerintah turut menyampaikan simpati kepada 13 warga yang mengalami luka-luka.

"Kami juga berharap keluarga Abzalul Riza yang wafat maupun keluarga yang sekarang sedang dirawat di rumah sakit dapat tabah dan sabar menghadapi peristiwa ini," tutur Yusril Ihza Mahendra.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online