Kapolri Bantah Kasus Penyadapan Ilegal Terkait Persaingan Internal Polri
Kapolri menegaskan penanganan kasus dugaan penyadapan ilegal dengan tiga personel Polri sebagai tersangka murni proses penegakan hukum.
Puslabfor menyelidiki ledakan di Duri Kepa, Jakarta Barat, yang menyebabkan 12 orang terluka dan 10 rumah mengalami kerusakan. /Antara.
Harianjogja.com, JAKARTA— Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi ledakan di Jalan Guji Baru, RT/RW 06/02, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Salah satu barang bukti yang diamankan berupa tabung gas yang diduga menjadi sumber ledakan.
Insiden yang terjadi pada Kamis pagi itu menyebabkan 12 orang terluka. Lima korban mengalami luka berat, sedangkan tujuh lainnya menderita luka ringan.
Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk AKP Sobari membenarkan tim Puslabfor telah mendatangi lokasi kejadian untuk mengumpulkan bukti dan melakukan penyelidikan.
"Benar, Puslabfor sudah ke TKP. Sekarang masih dalam penyelidikan," kata Sobari saat dihubungi di Jakarta, Kamis.
Menurut Sobari, tabung gas termasuk barang bukti yang diamankan petugas. Namun, penyelidikan masih berlangsung sehingga kepolisian belum dapat menyampaikan hasil pemeriksaan lebih lanjut.
"Iya [termasuk tabung gas]. Intinya masih dalam penyelidikan Puslabfor, untuk selanjutnya, masih menunggu," kata Sobari.
Sebelum tim Puslabfor melakukan pemeriksaan, aparat kepolisian telah mendatangi lokasi setelah ledakan terjadi dan melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Pemeriksaan terhadap sejumlah saksi utama belum dapat dilakukan. Mereka masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat insiden tersebut.
"Belum [diperiksa], saksinya masih di rumah sakit. Nanti akan kita sampaikan lagi perkembangannya," tutur Sobari.
Tiga Rumah Rusak Parah
Dilansir ANTARA di lokasi pada pukul 13.30 WIB menunjukkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan akibat ledakan. Tiga bangunan di antaranya terlihat rusak parah, dengan dinding dan tiang penyangga rumah roboh.
Garis polisi juga telah dipasang di sekitar lokasi sebagai penanda bahwa petugas kepolisian sudah melakukan olah TKP.
Lurah Duri Kepa, Arie Lystha, menyebut total korban mencapai 12 orang. Sebanyak lima orang dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), sedangkan tujuh korban lainnya mengalami luka bakar ringan.
"Yang dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo itu ada empat orang, ditambah satu orang, totalnya jadi ada lima orang. Yang luka bakar ringan itu ada tujuh orang," kata Arie kepada wartawan di Jakarta, Kamis.
Arie menjelaskan ledakan terjadi sekitar pukul 04.21 WIB. Peristiwa tersebut berdampak pada 10 rumah warga, dengan tiga rumah mengalami kerusakan parah.
"Tapi yang rusak parahnya itu ada tiga. Untuk korbannya ada 29 orang dengan 13 KK [Kepala Keluarga]," kata Arie.
Untuk membantu warga terdampak, pihak kelurahan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta dan instansi terkait berencana menyalurkan bantuan logistik. Penyaluran kebutuhan tersebut akan dilakukan dalam satu minggu ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kapolri menegaskan penanganan kasus dugaan penyadapan ilegal dengan tiga personel Polri sebagai tersangka murni proses penegakan hukum.
Puslabfor menyelidiki ledakan di Duri Kepa, Jakarta Barat, yang menyebabkan 12 orang terluka dan 10 rumah mengalami kerusakan.
DPUPKP Sleman membersihkan 65 titik saluran irigasi untuk mengantisipasi genangan dan banjir saat musim hujan 2026.
KA Pandawa rute Jogja-Semarang beroperasi 1 Desember 2026. Simak jadwal keberangkatan, stasiun pemberhentian, dan cara pesan tiket.
Profil Irjen Slamet Uliandi, perwira tinggi Polri lulusan Akpol 1994 yang berpengalaman di bidang reserse, siber, dan teknologi informasi.
Kemenhaj membuka seleksi Petugas Haji Daerah 2027 pada 5–10 November 2026. Simak syarat, jadwal tes CAT, dan link pendaftaran.