Gunung Bromo Erupsi, Status Waspada dan Radius 1 Km Dibatasi

Newswire
Newswire Kamis, 05 November 2026 21:27 WIB
Gunung Bromo Erupsi, Status Waspada dan Radius 1 Km Dibatasi

Gunung Bromo erupsi pada Kamis petang dengan kolom abu 500 meter. Status masih Waspada, masyarakat dan wisatawan dilarang mendekati kawah. /Antara.

Harianjogja.com, PROBOLINGGO—Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mengalami erupsi pada Kamis (5/11/2026) petang. Letusan yang terjadi pukul 17.11 WIB tersebut menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 500 meter di atas puncak atau mencapai 2.829 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Petugas Pos Pengamatan Gunung Bromo, Budi Marwanto, mengatakan kolom abu vulkanik teramati berwarna kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal dan mengarah ke barat.

"Terjadi erupsi Gunung Bromo pada hari Kamis pukul 17.11 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak atau 2.829 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Budi dalam laporan tertulis yang diterima di Probolinggo.

Aktivitas vulkanik tersebut juga terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter (mm) dan durasi selama 46 detik.

Status Gunung Bromo Masih Level II Waspada

Meskipun mengalami erupsi, status Gunung Bromo saat ini masih berada pada Level II atau Waspada.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat dan wisatawan tidak memasuki kawasan dalam radius 1 kilometer dari kawah aktif.

Peringatan tersebut berlaku bagi masyarakat yang tinggal di sekitar gunung, pedagang, wisatawan, pendaki, hingga pengelola kawasan wisata.

Petugas juga mengingatkan adanya potensi letusan freatik yang dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa didahului gejala vulkanik yang jelas.

"Masyarakat di sekitar Gunung Bromo, pedagang, wisatawan, pendaki, dan pengelola wisata agar mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba - tiba dan tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas," tuturnya.

Karena itu, masyarakat diminta mematuhi rekomendasi keselamatan dan tidak mendekati kawah aktif selama pembatasan masih diberlakukan.

Riwayat Erupsi Gunung Bromo

Berdasarkan catatan petugas, Gunung Bromo memiliki ketinggian 2.329 mdpl. Sebelum erupsi pada Kamis (5/11/2026), gunung tersebut tercatat terakhir mengalami erupsi pada 19 Juli 2019.

Saat kejadian pada 2019, visual letusan tidak teramati. Namun, aktivitas tersebut terekam melalui seismograf dengan amplitudo maksimum 37 mm dan durasi 434 detik.

BPBD Probolinggo Imbau Warga Tetap Tenang

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif, mengatakan pihaknya telah menerima laporan mengenai aktivitas erupsi Gunung Bromo.

Ia meminta masyarakat tidak panik dan tetap mengikuti arahan petugas, terutama terkait batas aman yang telah ditetapkan PVMBG.

"Saya mengimbau masyarakat tetap tenang dan mematuhi arrahan petugas sesuai dengan rekomendasi batas aman yang sudah direkomendasikan oleh PVMBG," katanya.

Masyarakat, wisatawan, pendaki, dan pengelola wisata di sekitar Gunung Bromo diharapkan memperhatikan perkembangan aktivitas gunung serta mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan dari petugas.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online