Gunung Karangetang Meletus Tiga Kali, Lava Pijar Meluncur hingga 1 Km

Newswire
Newswire Senin, 02 November 2026 22:27 WIB
Gunung Karangetang Meletus Tiga Kali, Lava Pijar Meluncur hingga 1 Km

Gunung Karangetang di Sulawesi Utara meletus tiga kali pada Minggu (1/11/2026). Status Level II Waspada, warga diminta menjauhi zona bahaya. /Antara.

Harianjogja.com, SULAWESI UTARA—Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, tercatat meletus tiga kali pada Minggu (1/11/2026). Tinggi letusan mencapai 1.000 meter dengan warna abu kelabu.

Personel Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Karangetang, Muhamad Fadlan Rasyidin Bina, mengatakan letusan pertama terjadi pada pukul 19.23 WITA dengan durasi sekitar 93 detik.

"Tinggi letusan 1.000 meter, berwarna kelabu," kata Muhamad Fadlan di Manado, Senin.

Letusan kedua tercatat pada pukul 19.38 WITA dengan durasi sekitar 151 detik. Selanjutnya, letusan ketiga terjadi pukul 21.18 WITA selama 88 detik.

Selain erupsi, petugas juga mengamati guguran lava pijar. Material tersebut meluncur ke arah selatan sejauh sekitar 200-700 meter.

Guguran lava juga teramati mengarah ke barat dan barat daya, yakni melalui Kali Hiung, Kali Sumpihi, Kali Kinali, Kali Pangi, dan Kali Kiawang, dengan jarak sekitar 700-1.000 meter.

Berdasarkan pengamatan CCTV pada malam hari, terlihat sinar api dari kawah selatan dengan tinggi sekitar 5-50 meter. Sementara itu, sinar api dari kawah utara teramati sekitar 5-300 meter.

Aktivitas Kegempaan Gunung Karangetang

Pengamatan kegempaan Gunung Karangetang mencatat sejumlah aktivitas selama periode tersebut. Terdapat tiga kali gempa letusan dan 26 kali gempa guguran.

Selain itu, tercatat 124 kali gempa embusan, 19 kali gempa tremor nonharmonik, serta 25 kali gempa tremor harmonik.

Petugas juga mencatat satu kali gempa hybrid atau fase banyak, enam kali gempa vulkanik dangkal, dua kali gempa vulkanik dalam, dan 11 kali gempa tektonik jauh.

"Terdengar suara dentuman dan gemuruh lemah hingga kuat," katanya.

Status Karangetang Level II Waspada

Tingkat aktivitas Gunung Karangetang saat ini berada pada Level II atau Waspada. Masyarakat, pengunjung, dan wisatawan diminta tidak mendekati kawasan berbahaya, melakukan pendakian, maupun beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya.

Zona tersebut meliputi radius 1,5 kilometer dari puncak kawah dua atau kawah utara dan kawah utama atau kawah selatan. Larangan juga berlaku pada area perluasan sektoral ke arah selatan-barat daya sejauh 2,5 kilometer.

Masyarakat diminta mewaspadai guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Ancaman tersebut berasal dari penumpukan material lava sebelumnya yang kondisinya belum stabil sehingga berpotensi runtuh.

Sektor yang perlu mendapat perhatian meliputi selatan, tenggara, barat, dan barat daya.

Selain itu, warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai berhulu di puncak Gunung Karangetang diminta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi lahar hujan dan banjir bandang. Aliran material tersebut berpotensi bergerak mengikuti sungai hingga mencapai kawasan pantai.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online