BMKG Petakan Dampak Gempa M7,7 Flores, 1.624 Susulan
BMKG memetakan dampak gempa M7,7 Flores dan mencatat 1.624 gempa susulan hingga Senin (17/8), termasuk 59 gempa yang dirasakan warga.
Hari keenam pencarian KMP Putri Yasmin, Tim SAR mengerahkan pesawat Cassa TNI AL untuk mencari empat korban yang belum ditemukan. /Antara.
Harianjogja.com, MATARAM—Tim SAR gabungan memperluas pencarian empat korban yang masih belum ditemukan setelah terbakarnya kapal penumpang KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Memasuki hari keenam operasi, Senin (17/8/2026), pencarian diperkuat dengan pengerahan pesawat Cassa milik TNI AL.
Kepala Kantor SAR Mataram selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhamad Hariyadi, mengatakan pencarian melalui udara dilakukan secara masif untuk menjangkau wilayah perairan yang lebih luas.
"Kali ini, pencarian udara dikerahkan secara masif menggunakan pesawat," kata Muhamad Hariyadi di Mataram, Senin.
Pesawat Cassa Sisir Perairan 3.650 NM²
Pesawat yang digunakan dalam operasi tersebut adalah Cassa NC212-200 dengan nomor registrasi U-6215 dari Skuadron 600 Wing Udara 2 Puspenerbal Juanda. Pesawat milik TNI AL itu ditugaskan menyisir wilayah pencarian dari udara.
Sebelumnya, CASSA U-6215 diberangkatkan dari Bandara Juanda, Surabaya, pada Minggu (16/8) siang. Pesawat sempat melakukan pencarian di perairan selatan dari lokasi kejadian sebelum kemudian mendarat di Bandara Ngurah Rai, Bali.
Pada hari keenam pencarian, pesawat kembali diterbangkan dari Bali pada Senin siang. Area pencarian dari udara diperluas ke perairan selatan Pulau Jawa dengan cakupan sekitar 3.650 NM².
Dalam misi tersebut, personel Kantor SAR Surabaya juga turut berada di atas pesawat untuk mendukung operasi pencarian.
RIB Dikerahkan ke Arah Utara Pelabuhan Lembar
Selain pencarian dari udara, operasi di permukaan laut dan darat tetap dilakukan secara bersamaan. Tim laut mengerahkan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Mataram untuk menyisir wilayah ke arah utara dari Pelabuhan Lembar.
Penyisiran melalui laut mencakup area sekitar 38,5 NM² dengan fokus utama pada kawasan perairan pantai. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari perluasan pencarian terhadap empat korban yang masih belum ditemukan.
Sementara di darat, tim gabungan memperkuat penyisiran sepanjang garis pantai. Area pencarian dimulai dari Tanjung Karang menuju arah utara.
"Untuk lini darat, tim gabungan juga mengintensifkan penyisiran sepanjang garis pantai mulai dari Tanjung Karang ke arah utara, serta aktif menyebarkan informasi kepada warga setempat dan para nelayan yang beraktivitas di pesisir," tambah Hariyadi.
SAR Perketat Koordinasi pada Hari Keenam
Hariyadi mengatakan seluruh unsur yang terlibat dalam operasi SAR terus berkoordinasi secara intensif. Koordinasi dilakukan untuk mengoptimalkan pencarian terhadap sisa korban yang hingga hari keenam belum ditemukan.
Pencarian dilakukan melalui tiga jalur, yakni udara menggunakan pesawat Cassa TNI AL, permukaan laut dengan RIB 02 Mataram, serta penyisiran darat di sepanjang garis pantai.
Operasi tersebut merupakan lanjutan pencarian korban setelah KMP Putri Yasmin terbakar di perairan Selat Lombok, NTB. Tim gabungan masih memaksimalkan seluruh unsur yang tersedia untuk menemukan empat korban yang belum ditemukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BMKG memetakan dampak gempa M7,7 Flores dan mencatat 1.624 gempa susulan hingga Senin (17/8), termasuk 59 gempa yang dirasakan warga.
Pascagempa NTT, 32 dari 33 titik longsoran telah ditangani. BNPB mencatat 68 orang meninggal dan 213 lainnya luka-luka.
SAC menggelar pameran 150 lukisan untuk merayakan HUT RI ke-81 sekaligus merespons dinamika global dan memperkuat pesan perdamaian.
Menkeu Purbaya memastikan pengalihan status guru PPPK menjadi pegawai pusat tak mengganggu fiskal. Defisit RAPBN 2027 tetap 2,40%.
Perpres Ojol segera terbit. Tarif angkutan orang akan diatur Kemenhub, sedangkan tarif barang dan makanan menjadi kewenangan Komdigi.
Film Indonesia Solata tayang di Festival Film Anak dan Remaja Yordania. Film Ichwan Persada sebelumnya meraih penghargaan di Bulgaria.