Cegah Serangan Jantung, Kenali Risiko dengan Framingham Score
Framingham Risk Score membantu memperkirakan risiko penyakit jantung dan stroke dalam 10 tahun. Kenali faktor risiko dan pentingnya MCU.
Caption: Anak-anak mengikuti CKG dengan active case finding Tuberkulosis di Kelurahan Wirogunan pada Rabu (26/8/2026). Harian Jogja-Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, JAKARTA—Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau 99,1 juta jiwa sepanjang 2026. Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono menyebut program tersebut menjadi program dengan jangkauan kesehatan masyarakat terbesar dalam sejarah Indonesia.
Dante mengatakan cakupan CKG jauh lebih besar dibandingkan sejumlah program kesehatan nasional sebelumnya. Program penanganan stunting, misalnya, disebut menjangkau sekitar 24 juta penduduk, sedangkan imunisasi sekitar 79 juta orang dan program makan bergizi sekitar 82 juta orang.
Sementara itu, program vaksinasi Covid-19 yang dijalankan pemerintah saat pandemi disebut telah menjangkau sekitar 200 juta orang. Adapun CKG ditargetkan dapat mencakup seluruh masyarakat Indonesia yang jumlahnya lebih dari 280 juta jiwa.
"Ini adalah program jangkauan kesehatan terbesar di masyarakat dalam sejarah Republik Indonesia," kata Dante saat memberikan keterangan pers usai menghadiri agenda Update PHTC/Program Prioritas serta Capaian dan Transformasi Layanan Kesehatan Nasional di Kantor Bakom RI, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026).
CKG Dorong Deteksi Penyakit Sejak Dini
Menurut Dante, perluasan CKG penting karena pemeriksaan kesehatan memungkinkan pemerintah mendeteksi penyakit sejak stadium awal. Dengan deteksi lebih cepat, masyarakat diharapkan tidak baru mengetahui kondisi kesehatannya ketika penyakit sudah berkembang dan membutuhkan biaya pengobatan yang lebih besar.
Dia mencontohkan penyakit kanker yang baru terdeteksi ketika pasien sudah membutuhkan kemoterapi. Kondisi serupa juga terjadi pada penyakit jantung yang diketahui setelah pasien membutuhkan tindakan kateterisasi.
"Karena cek kesehatan gratis itu akan memangkas biaya kesehatan yang tadinya dideteksi pada stadium-stadium akhir. Baru ketahuan kankernya sudah kemoterapi, baru ketahuan jantungnya sudah indikasi kateterisasi," ujarnya.
Dengan pemeriksaan sejak dini, penyakit dapat diidentifikasi dan ditangani lebih awal dengan biaya yang relatif lebih rendah. Pemerintah berharap kondisi tersebut dapat ikut menekan pembiayaan BPJS Kesehatan.
"Tapi kalau cek kesehatan gratis, itu nanti kita bisa mengidentifikasi penyakit pada stadium awal, mengobatinya lebih murah, dan akan menekan biaya BPJS," katanya.
Dante mengaitkan program tersebut dengan tambahan subsidi BPJS Kesehatan sebesar Rp20 triliun yang sebelumnya diberikan pemerintah. Menurut dia, biaya BPJS berpotensi berkurang apabila masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal melalui CKG.
"Kemarin Bapak Presiden sudah memunculkan subsidi untuk BPJS Rp20 triliun. Mungkin akan makin berkurang biaya BPJS ini kalau nanti diberikan cek kesehatan gratis dan masyarakat sudah diketahui status fisik kesehatannya," tuturnya.
CKG 2025 Capai 70 Juta Jiwa
Dante juga memaparkan capaian pelaksanaan CKG pada 2025. Program tersebut telah menjangkau 70 juta jiwa, terdiri dari 46 juta pemeriksaan yang dilakukan di komunitas dan 24 juta pemeriksaan di sekolah.
Pemeriksaan di sekolah mencakup anak-anak dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).
"Untuk cek kesehatan gratis 2025, kita sudah mencapai 70 juta jiwa, 46 jutanya di komunitas dan 24 jutanya di sekolah-sekolah," ujar Dante.
Sementara itu, cakupan CKG sepanjang 2026 telah mencapai 99,1 juta jiwa. Sebanyak 78,5 juta pemeriksaan dilakukan di komunitas, sedangkan 20,6 juta pemeriksaan dilakukan di sekolah.
Pemerintah menargetkan cakupan CKG mencapai 130 juta jiwa pada 2026. Dengan capaian 99,1 juta jiwa, masih terdapat sekitar 30,9 juta pemeriksaan yang perlu dicapai untuk memenuhi sasaran tersebut.
"Di 2026 sudah mencapai 99,1 juta jiwa, 78,5 jutanya di komunitas dan 20,6 jutanya di sekolah-sekolah. Targetnya 130 juta di tahun 2026," katanya.
Pemantauan CKG Dilakukan Real-Time
Untuk mengejar target perluasan cakupan hingga 130 juta jiwa, Kementerian Kesehatan melakukan pemantauan pelaksanaan CKG secara real-time. Dante mengatakan evaluasi pengisian data telah dilakukan di puskesmas dengan memanfaatkan sistem digital.
Sistem tersebut terintegrasi melalui platform SatuSehat dan SIMPUS atau Sistem Informasi Puskesmas. Pemanfaatan sistem digital tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memantau perkembangan cakupan pemeriksaan kesehatan.
"Strategi ini mau diperluas ke 130 juta, kita lakukan monitoringnya secara real-time, karena di puskesmas-puskesmas sudah dilakukan evaluasi pengisian dengan menggunakan satu pintu sistem digital, namanya SatuSehat, SIMPUS," jelasnya.
Dante menegaskan CKG tidak hanya diarahkan untuk mengidentifikasi penyakit. Hasil pemeriksaan juga akan ditindaklanjuti melalui edukasi mengenai pola hidup sehat dan pengobatan bagi masyarakat yang ditemukan mengalami penyakit tertentu.
"Yang penting adalah bahwa ini akan membuat edukasi kepada masyarakat tentang pola hidup sehat lebih bagus dan pengobatan gratis, karena yang diketahui sakit nanti akan langsung diobati," katanya.
Dengan demikian, perluasan CKG akan diikuti dengan pengobatan bagi masyarakat yang teridentifikasi memiliki masalah kesehatan. Pemerintah menyiapkan tindak lanjut berdasarkan penyakit yang ditemukan melalui pemeriksaan.
"Jadi, diperluas programnya, tidak cuma mengidentifikasi tapi juga pengobatan massal. Kalau diketahui hipertensi, langsung dikasih obat hipertensi. Kalau diketahui diabetes, langsung dikasih obat diabetes dan seterusnya," ujar Dante.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Framingham Risk Score membantu memperkirakan risiko penyakit jantung dan stroke dalam 10 tahun. Kenali faktor risiko dan pentingnya MCU.
DPRD Bantul mendorong pelibatan UMKM dalam pameran untuk memperluas pemasaran produk lokal, meningkatkan daya saing, dan mendukung pariwisata.
Mentan Amran meninjau pengembangan benih Gamagora 7, kedelai, dan kakao di PIAT UGM. Kementan menyiapkan kerja sama lanjutan pada 2027.
Bahlil Lahadalia menyebut CNG berpotensi lebih murah 30%-40% dari LPG. Pemerintah menargetkan CNG 3 kg mulai diterapkan pada 2027.
Garuda Indonesia mengalihkan rute dan menyesuaikan jadwal penerbangan ke Jeddah akibat situasi Timur Tengah. Rute Madinah tetap normal.
BMKG memprakirakan hujan di sejumlah kota besar Indonesia. DIY diprediksi cerah dengan suhu Sleman dan Jogja mencapai 35 derajat Celsius.