Kebakaran KM Mutiara Sentosa, AHY Pastikan KNKT Lakukan Investigasi
AHY memastikan pemerintah segera menginvestigasi kebakaran KM Mutiara Sentosa. KNKT akan mengusut penyebab insiden, sementara evakuasi terus berlangsung.
Kapal Pertamina Patra Niaga MT Transko Arafura mengevakuasi 17 korban selamat kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di Laut Jawa. /Instagram.
Harianjogja.com, JAKARTA— Kapal Pertamina Patra Niaga MT Transko Arafura berhasil mengevakuasi 17 korban selamat dalam insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan sekitar 19 mil laut di utara Pulau Sapudi, Laut Jawa. Proses penyelamatan dilakukan bersama Basarnas, otoritas terkait, serta kapal-kapal lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.
VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan keselamatan jiwa menjadi prioritas utama dalam setiap situasi darurat. Menurutnya, kru MT Transko Arafura bergerak cepat membantu proses evakuasi setelah berkoordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat.
“Keselamatan jiwa selalu menjadi prioritas utama. Kami bersyukur kru MT Transko Arafura dapat turut membantu proses penyelamatan para korban,” ujar Kitty, dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Senin.
Evakuasi Libatkan Enam Kapal dan Satu Tug Boat
Dalam operasi penyelamatan tersebut, sebanyak 17 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan sehat. Hingga kini, proses pencarian, evakuasi, serta pendataan korban masih terus dilakukan oleh otoritas yang berwenang.
Operasi kemanusiaan itu dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan enam kapal dan satu kapal tug boat. Seluruh unsur bekerja sama untuk mempercepat pencarian serta penyelamatan korban di lokasi kebakaran.
Kitty menilai keberhasilan evakuasi tidak lepas dari koordinasi dan profesionalisme seluruh kru MT Transko Arafura yang bertugas di lapangan.
“Keberanian, profesionalisme, dan koordinasi yang ditunjukkan oleh nahkoda beserta seluruh kru mencerminkan nilai kemanusiaan yang senantiasa menjadi bagian dari budaya kerja pekerja Pertamina dalam memberikan pertolongan di situasi darurat,” ujar Kitty.
Pertamina Sampaikan Keprihatinan
Pertamina Patra Niaga juga menyampaikan keprihatinan atas insiden kebakaran yang menimpa KMP Mutiara Sentosa 2. Perusahaan berharap seluruh korban yang masih dalam proses pencarian dapat segera ditemukan.
Selain itu, Pertamina turut mendoakan seluruh personel yang terlibat dalam operasi penyelamatan agar diberikan keselamatan, kesehatan, dan kelancaran selama menjalankan misi kemanusiaan.
Kebakaran Terjadi di Perairan Utara Sumenep
KMP Mutiara Sentosa 2 yang melayani rute Surabaya-Makassar dilaporkan mengalami kebakaran pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 06.00–07.00 WIB di perairan utara Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Saat insiden terjadi, kapal berada di ujung utara Madura dan komunikasi dengan nakhoda sempat terputus. Kapal tersebut mengangkut sekitar 250 orang atau person on board (POB).
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan pemerintah akan mengevaluasi operator KMP Mutiara Sentosa II setelah Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyelesaikan investigasi penyebab kebakaran kapal di perairan utara Sumenep, Jawa Timur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
AHY memastikan pemerintah segera menginvestigasi kebakaran KM Mutiara Sentosa. KNKT akan mengusut penyebab insiden, sementara evakuasi terus berlangsung.
Menhub Dudy Purwagandhi memastikan investigasi penyebab kebakaran KMP Mutiara Sentosa II dilakukan. Posko Terpadu juga disiapkan di Surabaya.
Rupiah menguat ke Rp17.997 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin, didorong perbaikan PMI manufaktur Indonesia dan sentimen global.
DPRD DIY menilai stigma sekolah bermutu dan faktor biaya pendidikan menjadi penyebab sekolah kekurangan murid, bukan semata sistem zonasi.
Australia mengonfirmasi kematian massal satwa liar pertama akibat flu burung H5. Hingga kini tercatat 74 kasus, tetapi belum menyerang sektor unggas.
BMKG mendeteksi Bibit Siklon Tropis 94W yang berpotensi memicu hujan lebat dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah Indonesia pada 3-6 Agustus 2026.