Penumpang KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 600 Juta pada 2036
KAI diminta menyusun masterplan transformasi KRL Jabodetabek untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang diproyeksikan mendekati 600 juta pada 2036.
Ilustrasi petir di tengah cuaca ekstrem./Pixabay
Harianjogja.com, JAKARTA—Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok mengimbau Warga Negara Indonesia (WNI) di Thailand untuk terus memantau prakiraan cuaca dan kondisi jalan secara berkala guna mengantisipasi dampak banjir.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul prakiraan Departemen Meteorologi Thailand (TMD) mengenai kondisi cuaca yang berubah-ubah, disertai petir, angin kencang, dan hujan lebat di sejumlah wilayah pada 4-7 Oktober 2026.
Dalam unggahan KBRI Bangkok, Jumat (2/10), WNI diminta menghindari area yang tergenang banjir maupun lokasi terbuka. Warga Indonesia juga diminta menyiapkan perlengkapan darurat sebagai langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memburuk.
KBRI Siapkan Hotline untuk WNI
KBRI Bangkok meminta WNI yang menghadapi situasi darurat untuk segera menghubungi hotline. Dua nomor yang dapat digunakan yakni +66 92 903 1103 dan +66 96 192 3237.
KBRI Bangkok juga menyertakan sejumlah kontak darurat nasional serta kontak dalam lingkup Ibu Kota Bangkok yang dapat dihubungi warga Indonesia yang terdampak banjir.
Sebelumnya, pada 28 September 2026, KBRI Bangkok mencatat terdapat seorang WNI yang terdampak banjir Thailand. WNI tersebut sempat terjebak di hotel karena akses jalan di sekitar lokasi penginapan tergenang.
Pihak KBRI kemudian berkomunikasi dengan WNI tersebut dan memastikan kondisinya aman. Kemlu RI sebelumnya juga menyatakan terus memantau perkembangan banjir di Bangkok dan wilayah sekitarnya serta berkomunikasi dengan komunitas WNI.
Banjir Thailand Berdampak Jutaan Warga
Banjir yang melanda sejumlah wilayah Thailand sejak pertengahan September 2026 hingga Kamis (1/10) telah menyebabkan 24 orang meninggal dunia. Banjir masih melanda Bangkok dan 29 provinsi lain dengan dampak terhadap lebih dari 1,12 juta rumah tangga dan 3,19 juta warga.
Data satelit Badan Pengembangan Geoinformatika dan Teknologi Antariksa Thailand menunjukkan sekitar 1,71 juta rai atau sekitar 273.600 hektare lahan masih terendam di berbagai daerah.
Hujan telah mereda di sebagian besar wilayah Thailand, kecuali Thailand selatan bagian bawah. Juru bicara pemerintah Ekkapob Pianpises mengatakan kondisi air secara keseluruhan "tetap terkendali" dan belum ada krisis banjir baru.
Meski demikian, hujan diperkirakan kembali turun pada 4-6 Oktober di wilayah utara dan timur laut Thailand yang juga berpotensi berdampak terhadap wilayah Thailand tengah dan Bangkok.
Banjir Thailand Picu Kerugian Ekonomi
Banjir juga memberikan dampak terhadap aktivitas perekonomian Thailand. Berdasarkan laporan yang dikutip dari Asia News Network, University of the Thai Chamber of Commerce memperkirakan kerugian nasional mencapai 10 miliar baht atau sekitar Rp5,3 triliun.
Associate Professor Aat Pisanwanich dari Universitas Rangsit memperkirakan kerugian akibat banjir di 48 provinsi mencapai 25,345 miliar baht. Angka tersebut setara dengan sekitar Rp13,5 triliun dalam skenario kerusakan moderat.
Bangkok menjadi wilayah dengan estimasi kerugian terbesar, yakni 10,586 miliar baht atau sekitar Rp5,6 triliun. Banjir mengganggu aktivitas perdagangan, jasa, dan perjalanan di ibu kota Thailand.
Para pelaku usaha juga memperingatkan bahwa banyak perusahaan belum siap menghadapi intensitas dan durasi banjir. Hujan deras pada 24-26 September melampaui kapasitas sistem drainase Bangkok sehingga menyebabkan banjir meluas di ibu kota dan provinsi sekitarnya.
Dr. Amonthep Chawla dari CIMB Thai Bank mengatakan dampak ekonomi akan terbatas apabila banjir dapat surut dalam dua atau tiga hari. Namun, konsumsi, pariwisata, konstruksi, serta kepercayaan masyarakat masih perlu dipantau.
Amonthep memperkirakan masyarakat akan menunda pembelian besar dan lebih memprioritaskan pembelian makanan serta kebutuhan pokok.
Di tengah kondisi tersebut, WNI di Thailand diminta tetap memperhatikan perkembangan cuaca dan kondisi jalan sebelum bepergian. Langkah tersebut menjadi bagian dari antisipasi terhadap kemungkinan hujan lebat dan genangan di sejumlah wilayah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KAI diminta menyusun masterplan transformasi KRL Jabodetabek untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang diproyeksikan mendekati 600 juta pada 2036.
Wakil Panglima TNI Maruli Simanjuntak menyatakan akan mempelajari putusan MK yang memerintahkan revisi UU Peradilan Militer dalam dua tahun.
Koalisi Arab menyebut serangan Houthi ke sejumlah bandara Arab Saudi menewaskan 19 orang dan melukai 364 lainnya.
Kementerian Kebudayaan dan CTI menyiapkan pengusulan tenun Indonesia ke UNESCO dengan memperkuat basis data, dokumentasi, dan pelestarian tradisi.
Pasar modest fashion global diproyeksikan mencapai US$444 miliar pada 2029. Indonesia punya peluang melalui wastra dan keunikan budaya.
IHSG anjlok 8,01% ke level 5.393,92 pada pembukaan 16 Oktober 2026. BEI memberlakukan trading halt selama 30 menit.