Fakta-fakta KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar Tewaskan 5 Penumpang
Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep menewaskan lima orang. Sebanyak 232 korban berhasil dievakuasi.
Tangkapan layar - KM Mutiara Sentosa II yang terbakar di perairan Laut Jawa, Minggu (2/8/2026). ANTARA/HO-Kemenhub\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA— Pemerintah akan segera melakukan investigasi atas insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa di perairan utara Madura. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran sekaligus memperkuat aspek keselamatan transportasi laut.
AHY menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan mendalam atas insiden yang menimpa kapal tersebut. Menurutnya, pemerintah harus segera mengetahui penyebab kebakaran agar dapat menjadi bahan evaluasi ke depan.
“Pemerintah segera luncurkan investigasi, karena kita harus tahu persis apa penyebab dari insiden tersebut,” ujar AHY dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
KNKT Usut Penyebab Kebakaran
AHY menjelaskan investigasi akan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Proses tersebut membutuhkan waktu untuk memastikan penyebab kebakaran dapat diketahui secara menyeluruh.
“Investigasi akan dilakukan oleh KNKT, Komite Nasional Keselamatan Transportasi, dan butuh waktu untuk menjelaskan kepada kita semua apa penyebabnya,” katanya.
Ia berharap seluruh korban memperoleh penanganan terbaik. Selain itu, hasil investigasi diharapkan dapat menjadi dasar untuk meningkatkan keselamatan transportasi laut sehingga kejadian serupa tidak terulang.
Verifikasi Data Penumpang Masih Berlangsung
Menanggapi perkembangan penanganan insiden, AHY mengatakan Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut bersama tim Search and Rescue (SAR) masih terus melakukan verifikasi data penumpang hasil evakuasi.
Proses tersebut juga melibatkan kapal-kapal patroli yang diterjunkan dalam operasi penyelamatan.
“Secara umum, pertama Kementerian Perhubungan, dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, masih terus memastikan verifikasi data penumpang kapal hasil evakuasi bersama, bekerja sama dengan tim SAR, kemudian kapal-kapal patroli,” ujarnya.
AHY menegaskan keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan transportasi laut. Menurutnya, penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP), prosedur tetap (protap), mitigasi cuaca, hingga pemastian kelaikan kapal perlu terus diperkuat.
Pemerintah juga akan terus mendorong peremajaan armada kapal guna meningkatkan keselamatan serta kualitas layanan transportasi laut.
“Kita ingin memastikan bahwa terkait transportasi laut, safety first, tentu ini harus kita pastikan. SOP dijalankan, protap dijalankan, keselamatan penumpang nomor satu, cuaca juga tentunya harus bisa kita mitigasi, dan selebihnya kita ingin memastikan kapal selalu dalam kondisi layak, tidak ada masalah teknis, dan semangat kita memang terus meremajakan kapal-kapal kita,” kata AHY.
Fokus pada Evakuasi
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan mengerahkan kapal patroli Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) serta memperkuat koordinasi dengan Basarnas dan instansi terkait dalam penanganan kebakaran KM Mutiara Sentosa II di Laut Jawa.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Muhammad Masyhud mengatakan fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan proses evakuasi seluruh penumpang dan awak kapal berlangsung secara cepat dan aman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep menewaskan lima orang. Sebanyak 232 korban berhasil dievakuasi.
Bayi laki-laki yang diduga baru dilahirkan ditemukan di pekarangan warga di Semin, Gunungkidul. Polisi masih menyelidiki pelaku pembuangan.
Kecelakaan lalu lintas di Tanzania dan Italia menewaskan total 14 orang. Puluhan korban lainnya mengalami luka-luka dan masih dirawat.
Indomaret menyerahkan bantuan berupa 10 unit tenda usaha yang akan dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan UMKM di Kabupaten Banyumas.
Fapet UGM meraih Silver Winner Media Relations Award 2026 berkat program Fapet Menyapa yang memperkuat literasi jurnalis dan kepercayaan publik.
Harga pangan hari ini 3 Agustus 2026 mayoritas stabil. Cabai rawit merah, daging ayam, dan telur naik, sementara bawang dan cabai merah turun.