Final Argentina vs Spanyol, Scaloni Minta Tim Tetap Fokus dan Tenang
Pelatih Argentina Lionel Scaloni memastikan timnya menjalani persiapan normal jelang final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol.
Direktur Badan Pelayan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah M. Nurul Yamin. ANTARA/HO-Muhammadiyah
Harianjogja.com, JAKARTA—Organisasi kemasyarakatan Muhammadiyah mendorong evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar implementasinya tetap berjalan efektif dan tepat sasaran.
Direktur Badan Pelayan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM), M. Nurul Yamin, menegaskan berbagai kritik yang muncul belakangan ini harus dipandang sebagai peluang untuk memperkuat sistem, bukan sekadar hambatan. Menurutnya, perbaikan manajemen di lapangan menjadi kunci agar program strategis nasional tersebut dapat memberikan dampak maksimal.
“Program makan bergizi ini merupakan langkah penting dalam menyiapkan generasi masa depan yang sehat dan berdaya saing. Kritik yang ada seharusnya menjadi momentum untuk berbenah,” ujar Nurul Yamin dalam keterangannya, Kamis (18/6/2026).
Ia menekankan bahwa pemenuhan gizi bagi masyarakat, khususnya kelompok prasejahtera, bukan sekadar penyediaan makanan semata. Lebih dari itu, program ini merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
Dalam upaya memastikan keberhasilan program MBG, Muhammadiyah menggarisbawahi tiga pilar utama yang harus menjadi standar pelaksanaan. Pertama, aspek keamanan pangan yang meliputi prinsip halal, tayib, dan aman dikonsumsi. Kedua, tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel. Ketiga, pengembangan ekosistem berkelanjutan yang mampu mendukung keberlangsungan program dalam jangka panjang.
Muhammadiyah juga menyatakan kesiapan untuk berperan aktif sebagai mitra strategis pemerintah. Melalui jaringan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang tersebar di berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, dan sosial, organisasi ini siap mendukung implementasi program di tingkat akar rumput.
Keterlibatan tersebut tidak lepas dari komitmen Muhammadiyah dalam menjalankan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, yang menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat serta peningkatan kesejahteraan umat.
Lebih lanjut, BPPGM mengingatkan bahwa keberhasilan Program MBG tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat. Aspek lain seperti kapasitas pengelola, sistem pengawasan yang berkelanjutan, serta transparansi penggunaan anggaran juga menjadi indikator penting yang harus diperhatikan.
Dengan penguatan di berbagai lini tersebut, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga mampu menciptakan fondasi kuat bagi generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan produktif di masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pelatih Argentina Lionel Scaloni memastikan timnya menjalani persiapan normal jelang final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol.
Pemkot Jogja menyiapkan pematangan lahan PSEL pada Agustus 2026. Anggaran Rp17 miliar ditanggung bersama Jogja, Sleman, dan Bantul.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 20 Juli 2026 lengkap rute YIA-Stasiun Tugu Yogyakarta beserta jam keberangkatan terbaru.
Gempa magnitudo 5,5 mengguncang Peru tengah, menewaskan lima orang dan melukai 20 lainnya. Simak kronologi dan dampaknya.
Data desil DTSEN memengaruhi penerima bansos Juli 2026. Simak pengertian desil, pembagiannya, dan cara mengajukan perubahan data.
Ribuan suporter memadati Teras Malioboro untuk nobar final Piala Dunia 2026. Spanyol memastikan gelar juara usai mengalahkan Argentina 1-0.