Cara Cek Desil DTSEN dan Status Bansos PKH-BPNT 2026
Simak cara cek desil DTSEN, status penerima PKH-BPNT Oktober-Desember 2026, serta langkah jika saldo bantuan belum masuk.
Direktur Badan Pelayan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah M. Nurul Yamin. ANTARA/HO-Muhammadiyah
Harianjogja.com, JAKARTA—Organisasi kemasyarakatan Muhammadiyah mendorong evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar implementasinya tetap berjalan efektif dan tepat sasaran.
Direktur Badan Pelayan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM), M. Nurul Yamin, menegaskan berbagai kritik yang muncul belakangan ini harus dipandang sebagai peluang untuk memperkuat sistem, bukan sekadar hambatan. Menurutnya, perbaikan manajemen di lapangan menjadi kunci agar program strategis nasional tersebut dapat memberikan dampak maksimal.
“Program makan bergizi ini merupakan langkah penting dalam menyiapkan generasi masa depan yang sehat dan berdaya saing. Kritik yang ada seharusnya menjadi momentum untuk berbenah,” ujar Nurul Yamin dalam keterangannya, Kamis (18/6/2026).
Ia menekankan bahwa pemenuhan gizi bagi masyarakat, khususnya kelompok prasejahtera, bukan sekadar penyediaan makanan semata. Lebih dari itu, program ini merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
Dalam upaya memastikan keberhasilan program MBG, Muhammadiyah menggarisbawahi tiga pilar utama yang harus menjadi standar pelaksanaan. Pertama, aspek keamanan pangan yang meliputi prinsip halal, tayib, dan aman dikonsumsi. Kedua, tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel. Ketiga, pengembangan ekosistem berkelanjutan yang mampu mendukung keberlangsungan program dalam jangka panjang.
Muhammadiyah juga menyatakan kesiapan untuk berperan aktif sebagai mitra strategis pemerintah. Melalui jaringan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang tersebar di berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, dan sosial, organisasi ini siap mendukung implementasi program di tingkat akar rumput.
Keterlibatan tersebut tidak lepas dari komitmen Muhammadiyah dalam menjalankan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, yang menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat serta peningkatan kesejahteraan umat.
Lebih lanjut, BPPGM mengingatkan bahwa keberhasilan Program MBG tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat. Aspek lain seperti kapasitas pengelola, sistem pengawasan yang berkelanjutan, serta transparansi penggunaan anggaran juga menjadi indikator penting yang harus diperhatikan.
Dengan penguatan di berbagai lini tersebut, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga mampu menciptakan fondasi kuat bagi generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan produktif di masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Simak cara cek desil DTSEN, status penerima PKH-BPNT Oktober-Desember 2026, serta langkah jika saldo bantuan belum masuk.
Cheers Water mendukung Erafone Run 2026 di Museum Gunungapi Merapi dengan menyediakan air mineral dan fasilitas water station untuk memenuhi kebutuhan hidrasi r
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Minggu (1/11/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis
Siswa MAN 2 Bantul meraih golden ticket IPB berkat Hydrotani Wall, inovasi hidroponik vertikal dengan memanfaatkan air hujan.
Soundrenaline Sana Sini Yogyakarta menghadirkan musisi lintas genre dan kolaborasi khusus. Colorcode tampil dengan konsep mini orkestra.
Danantara Indonesia menegaskan tidak mengalokasikan dana sponsorship TIME100 Next 2026. Pencantuman logo terkait penjajakan kerja sama non-finansial.