Dugaan Beras Fortifikasi Tak Sesuai Label Picu Harga Beras Naik
Dugaan beras fortifikasi tak sesuai label ditemukan pemerintah. Harganya mencapai Rp57.000 per kilogram dan diduga rugikan konsumen Rp89 triliun.
Direktur Badan Pelayan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah M. Nurul Yamin. ANTARA/HO-Muhammadiyah
Harianjogja.com, JAKARTA—Organisasi kemasyarakatan Muhammadiyah mendorong evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar implementasinya tetap berjalan efektif dan tepat sasaran.
Direktur Badan Pelayan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM), M. Nurul Yamin, menegaskan berbagai kritik yang muncul belakangan ini harus dipandang sebagai peluang untuk memperkuat sistem, bukan sekadar hambatan. Menurutnya, perbaikan manajemen di lapangan menjadi kunci agar program strategis nasional tersebut dapat memberikan dampak maksimal.
“Program makan bergizi ini merupakan langkah penting dalam menyiapkan generasi masa depan yang sehat dan berdaya saing. Kritik yang ada seharusnya menjadi momentum untuk berbenah,” ujar Nurul Yamin dalam keterangannya, Kamis (18/6/2026).
Ia menekankan bahwa pemenuhan gizi bagi masyarakat, khususnya kelompok prasejahtera, bukan sekadar penyediaan makanan semata. Lebih dari itu, program ini merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
Dalam upaya memastikan keberhasilan program MBG, Muhammadiyah menggarisbawahi tiga pilar utama yang harus menjadi standar pelaksanaan. Pertama, aspek keamanan pangan yang meliputi prinsip halal, tayib, dan aman dikonsumsi. Kedua, tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel. Ketiga, pengembangan ekosistem berkelanjutan yang mampu mendukung keberlangsungan program dalam jangka panjang.
Muhammadiyah juga menyatakan kesiapan untuk berperan aktif sebagai mitra strategis pemerintah. Melalui jaringan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang tersebar di berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, dan sosial, organisasi ini siap mendukung implementasi program di tingkat akar rumput.
Keterlibatan tersebut tidak lepas dari komitmen Muhammadiyah dalam menjalankan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, yang menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat serta peningkatan kesejahteraan umat.
Lebih lanjut, BPPGM mengingatkan bahwa keberhasilan Program MBG tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat. Aspek lain seperti kapasitas pengelola, sistem pengawasan yang berkelanjutan, serta transparansi penggunaan anggaran juga menjadi indikator penting yang harus diperhatikan.
Dengan penguatan di berbagai lini tersebut, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga mampu menciptakan fondasi kuat bagi generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan produktif di masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Dugaan beras fortifikasi tak sesuai label ditemukan pemerintah. Harganya mencapai Rp57.000 per kilogram dan diduga rugikan konsumen Rp89 triliun.
Jadwal SIM Keliling Kota Jogja Kamis 17 September 2026 lengkap dengan lokasi pelayanan dan syarat perpanjangan SIM A dan SIM C
KPK mendalami dugaan mahasiswa titipan dalam penerimaan maba Unsoed dengan memeriksa tiga wakil rektor dan empat saksi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 17 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Kemenkeu masih membahas kelanjutan perombakan pejabat DJP dan DJBC, termasuk proses penunjukan serta pelantikan pejabat.
Pemerintah mulai menerapkan Strategic Trade Management atau STM di sektor nuklir sebagai tahap awal sistem pengawasan perdagangan strategis.