APPBI Sebut Pagar Tinggi di Mal Dipasang demi Ketertiban

Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina Sabtu, 01 Agustus 2026 12:27 WIB
APPBI Sebut Pagar Tinggi di Mal Dipasang demi Ketertiban

Penampakan pagar besi menjulang di depan Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2026). Bisnis/ Muhammad Sulthon S.K.

Harianjogja.com, JAKARTA— Fenomena pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan mendapat perhatian publik. Namun, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban operasional, bukan dipicu kekhawatiran terhadap isu keamanan yang belakangan berkembang.

Ketua APPBI Alphonzus Widjaja mengatakan keberadaan pagar di pusat perbelanjaan sebenarnya bukan hal baru. Menurutnya, banyak mal yang sejak awal pembangunan telah dilengkapi pagar sebagai bagian dari pengelolaan kawasan.

“Jika sekarang ada beberapa pusat perbelanjaan yang baru mulai memasang pagar adalah lebih dikarenakan untuk kepentingan ketertiban saja,” ujarnya kepada Bisnis, Sabtu (1/8/2026).

APPBI Sebut Tidak Ada Informasi Resmi soal Ancaman Keamanan

Alphonzus menjelaskan, beberapa pusat perbelanjaan yang berada di kawasan yang kerap dilintasi atau berdekatan dengan lokasi demonstrasi membutuhkan batas atau perimeter yang lebih jelas untuk mendukung ketertiban aktivitas di area mal.

Meski demikian, ia menegaskan keputusan tersebut tidak berkaitan dengan isu keamanan yang ramai diperbincangkan.

“Sampai dengan saat ini tidak ada info resmi perihal akan adanya unjuk rasa dimaksud, jadi sama sekali pemasangan pagar bukan karena alasan tersebut,” tambahnya.

Sejumlah Mal Mulai Memasang Pagar

Fenomena tersebut terlihat di sejumlah pusat perbelanjaan. Di kawasan Jakarta Selatan, misalnya, pagar besi telah terpasang di bagian depan Kota Kasablanka.

Pemasangan pagar serupa juga terjadi di luar Jakarta. Berdasarkan laporan sebelumnya, pagar besi tinggi turut dipasang di sejumlah mal di Surabaya, Jawa Timur, termasuk Pakuwon City Mall.

Lippo Group Pilih Tidak Menambah Pagar

Di sisi lain, Chief Executive Officer (CEO) Lippo Group James Riady memastikan seluruh pusat perbelanjaan milik Lippo Group tidak akan menambah pagar meskipun muncul isu sejumlah mal memperketat sistem pengamanan.

Menurut James, kehati-hatian sebagian pelaku usaha dalam menyikapi dinamika global merupakan hal yang wajar. Namun, kebijakan tersebut tidak diterapkan di lingkungan mal milik Lippo.

“Pasti tidak. Yang terjadi 10 tahun ini, pagar di semua mal-mal Lippo kita bongkar, kita turunkan," kata James usai menghadiri agenda Presidential Briefing Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Apindo Nilai Kebijakan Bergantung Masing-masing Pengelola

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani menilai pemasangan pagar kemungkinan merupakan kebijakan internal masing-masing pengelola pusat perbelanjaan dan tidak dapat diartikan sebagai indikator memburuknya kondisi keamanan.

Ia juga menyebut langkah tersebut tidak dilakukan oleh seluruh pengelola mal. Hingga kini, Apindo belum menerima laporan dari pengembang maupun pengelola pusat perbelanjaan mengenai adanya persoalan keamanan tertentu yang menjadi latar belakang pemasangan pagar.

“Yang pasti, setiap mal punya caranya masing-masing untuk menjaga keamanan. Memasang pagar atau fasilitas lain itu bisa saja dilakukan kapan saja, bukan hanya karena situasi hari ini," ujarnya.

Dengan demikian, baik APPBI maupun Apindo menilai pemasangan pagar di sebagian pusat perbelanjaan lebih berkaitan dengan pengelolaan kawasan dan ketertiban operasional, sementara kebijakan yang diambil tetap disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pengelola.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online