Kasus Emas Ilegal, Dua Direktur Ditahan Bareskrim
Bareskrim Polri menahan dua tersangka baru kasus tambang emas ilegal dan TPPU. Simak perkembangan lengkapnya.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Karo Humas dan Infohan Setjen Kemhan RI) Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait. ANTARA/HO-Biro Humas dan Ifohan Sekretariat Jenderal Kemhan RI/pri.
Harianjogja.com, JAKARTA—Program pelatihan dasar militer (latsarmil) bagi calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dipastikan tidak sekadar berisi latihan fisik. Kementerian Pertahanan (Kemhan) menegaskan materi yang diberikan justru dirancang komprehensif, mulai dari pembentukan karakter hingga penguatan kapasitas manajerial.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Rico Ricardo Sirait, menjelaskan peserta akan mendapatkan pembekalan nilai-nilai dasar seperti disiplin, kepemimpinan, kerja sama tim, integritas, hingga semangat pengabdian. Menurutnya, aspek tersebut menjadi fondasi penting bagi pengelola KDMP dan KNMP dalam menjalankan tugas pelayanan masyarakat.
“Melalui latsarmil Komcad, peserta dibekali ilmu dan nilai-nilai disiplin, kepemimpinan, kerja sama tim, integritas, semangat pengabdian, serta etos kerja yang kuat,” ujar Rico, Kamis (18/6/2026).
Materi Tak Hanya Militer, Tapi Juga Manajerial
Program ini merupakan bagian dari skema Komponen Cadangan (Komcad), namun Kemhan memastikan pendekatannya tidak semata-mata militeristik. Selain pelatihan dasar kemiliteran, peserta juga akan mendapatkan materi manajerial dan kompetensi teknis yang disusun bersama kementerian terkait.
Materi tersebut mencakup pengelolaan organisasi, pelayanan publik, hingga penguatan kapasitas ekonomi berbasis desa dan pesisir. Hal ini dinilai krusial karena KDMP dan KNMP menjadi ujung tombak pemberdayaan masyarakat di tingkat lokal.
Ribuan Peserta Ikuti Pelatihan 45 Hari
Kemhan mencatat total peserta mencapai 35.476 orang, terdiri dari 30.000 calon pengelola KDMP dan 5.476 calon pengelola KNMP. Mereka akan menjalani pelatihan selama 45 hari yang tersebar di 67 satuan TNI di seluruh Indonesia.
Rinciannya, selama 30 hari peserta akan mengikuti pelatihan kedisiplinan dan dasar kemiliteran. Setelah itu, pelatihan dilanjutkan dengan materi manajerial selama 15 hari.
Program ini juga menjadi salah satu syarat wajib sebelum para peserta resmi bertugas mengelola KDMP dan KNMP di wilayah masing-masing.
Dorong Profesionalisme dan Pelayanan Publik
Kemhan berharap pelatihan ini mampu melahirkan pengelola yang tidak hanya disiplin, tetapi juga profesional dan adaptif. Dengan kombinasi kemampuan militer dasar dan manajerial, para peserta diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya di desa dan kawasan nelayan.
Selain itu, program ini juga dinilai sebagai langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan nasional berbasis masyarakat, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi di tingkat akar rumput.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bareskrim Polri menahan dua tersangka baru kasus tambang emas ilegal dan TPPU. Simak perkembangan lengkapnya.
Seorang pencari kayu bakar bernama Rujito ditemukan tewas di dasar luweng Alas Turi di Padukuhan Macanmati, Girimulyo, Panggang, Rabu (17/6/2026) malam.
IHSG dibuka melemah ke 6.191, investor menunggu keputusan The Fed dan BI serta sentimen global.
KPK hentikan sementara penyelidikan kasus MBG di BGN. Kejagung lanjutkan penyidikan dan tetapkan tiga tersangka.
Rupiah melemah ke Rp17.856 per dolar AS, dipengaruhi sentimen global, geopolitik, dan kebijakan The Fed.
Harga emas Pegadaian hari ini 18 Juni 2026 bervariasi. Cek daftar lengkap Antam, UBS, Galeri 24 dan harga buyback terbaru.