Kronologi Pesawat Wisata Peru Jatuh Tewaskan 13 Orang di Nazca

Sunartono
Sunartono Minggu, 02 Agustus 2026 15:27 WIB
Kronologi Pesawat Wisata Peru Jatuh Tewaskan 13 Orang di Nazca

Ilustrasi kecelakaan pesawat - Foto dibuat oleh AI/StockCake

Harianjogja.com, NAZCA—Sebuah pesawat wisata jenis Cessna Grand Caravan yang dioperasikan maskapai lokal Aerodiana jatuh di kawasan dekat situs bersejarah Garis Nazca, Peru. Seluruh penumpang dan awak yang berada di dalam pesawat dilaporkan meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.

Pesawat itu tengah membawa wisatawan asing untuk menikmati pemandangan geoglyph kuno Garis Nazca dari udara. Namun, penerbangan wisata tersebut berakhir tragis setelah pesawat jatuh di sebuah ladang tidak jauh dari Kota Nazca.

Mayoritas Korban Merupakan Wisatawan Eropa

Dilansir Antara, Minggu (2/8/2026), kecelakaan tersebut menewaskan 13 orang. Korban terdiri atas tujuh warga negara Italia, dua warga negara Spanyol, dua warga negara Jerman, serta dua kru pesawat berkebangsaan Peru.

Setelah menerima laporan kecelakaan, otoritas Peru bersama tim penyelamat langsung menuju lokasi untuk melakukan proses evakuasi korban. Di saat yang sama, pemerintah Italia, Spanyol, dan Jerman berkoordinasi dengan pemerintah Peru guna menangani proses identifikasi serta pemulangan jenazah.

Penyebab Kecelakaan Masih Diselidiki

Otoritas Penerbangan Sipil Peru hingga kini masih melakukan investigasi guna mengungkap penyebab pasti jatuhnya pesawat wisata tersebut.

Insiden ini juga mendorong evaluasi terhadap standar keselamatan penerbangan wisata di kawasan Nazca. Selain itu, dilakukan pembatasan operasional sementara di bandara setempat sebagai bagian dari upaya memastikan keamanan penerbangan wisata pada masa mendatang.

Kecelakaan di Peru Terjadi Setelah Tragedi Kargo di Kazakhstan

Beberapa pekan sebelum insiden di Peru, dunia penerbangan internasional juga diguncang kecelakaan pesawat kargo Boeing 747-400F di dekat Bandara Internasional Almaty, Kazakhstan.

Pesawat yang dioperasikan maskapai logistik global itu jatuh di area persawahan sesaat setelah lepas landas ketika cuaca buruk melanda wilayah tersebut. Benturan keras memicu ledakan besar hingga menghancurkan badan pesawat.

Kecelakaan tersebut menewaskan lima kru pesawat, terdiri atas tiga awak berkebangsaan Turki dan dua mekanik asal Kazakhstan.

Investigasi Ungkap Dugaan Penyebab

Tim tanggap darurat Kazakhstan segera memadamkan api serta mengamankan material berbahaya yang berada di lokasi kecelakaan. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Turki bersama otoritas keselamatan Kazakhstan berkoordinasi menangani evakuasi dan pemulangan jenazah korban.

Berdasarkan hasil investigasi awal Komite Penerbangan Sipil Kazakhstan, kecelakaan diduga dipicu kombinasi penumpukan es pada sayap (icing) dan kegagalan mekanis pada sistem kemudi utama ketika pesawat menghadapi badai salju.

Tragedi di Almaty tersebut memicu peringatan keselamatan penerbangan di kawasan Asia Tengah sekaligus mendorong pengetatan protokol kelaikan terbang bagi armada pesawat kargo yang beroperasi di wilayah beriklim ekstrem.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online