Iran Tuding AS Manipulasi Pasar Energi Global, Ini Alasannya
Iran menuding elemen pemerintah AS dan aktor yang bersekutu dengan Israel berupaya memanipulasi pasar energi global di tengah konflik.
Ilustrasi bom,/JIBI
Harianjogja.com, KABUL - Puluhan penumpang, terutama wanita dan anak-anak, tewas di Afghanistan pada Rabu (31/7/2019) pagi ketika bus yang mereka tumpangi mengenai bom yang diletakkan di jalan.
"Sebuah bus penumpang yang melaju di jalan raya Kandahar-Herat menabrak sebuah bom milik taliban di pinggir jalan. Setidaknya 28 orang tewas, 10 lainnya cedera," kata Muhibullah Muhib, juru bicara provinsi Farah mengutip AFP.
Semua korban adalah warga sipil, kebanyakan wanita dan anak-anak. Farooq Barakzai, juru bicara gubernur Farah, mengatakan jumlah korban bisa bertambah. Tidak ada konfirmasi dari Taliban soal serangan itu.
Serangan bom terjadi sehari setelah PBB mengatakan warga sipil yang tewas dan terluka akibat perang Afghanistan berada dalam tingkat yang memperihatinkan.
Korban akibat perang naik 27% pada paruh pertama tahun 2019 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yang merupakan rekor. Data PBB ada 1.366 warga sipil tewas dan 2.446 lainnya terluka.
Korban anak mewakili hampir sepertiga dari keseluruhan korban sipil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Iran menuding elemen pemerintah AS dan aktor yang bersekutu dengan Israel berupaya memanipulasi pasar energi global di tengah konflik.
Festival Mustika Rasa di Alun-Alun Kidul Jogja ditutup. Yan Kurnia Sutanto mendorong pelestarian kuliner tradisional dan kedaulatan pangan.
Chelsea resmi merekrut Emiliano Martinez dari Aston Villa dengan kontrak tiga tahun. Kiper Argentina itu ditebus sekitar 7,5 juta pound sterling.
9 nama AHWA Muktamar ke-35 NU terpilih dari 4.703 suara. Mereka akan menentukan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU periode berikutnya.
Polres Sukoharjo bakal menyisir gudang untuk mencegah penyalahgunaan setelah penggerebekan kasino ilegal dan penetapan 30 tersangka.
Veda Ega Pratama finis ke-20 di Moto3 Aragon 2026 setelah sempat masuk zona poin. Ia gagal menambah poin dari seri sebelumnya.