Balita Berusia 2 Tahun di Cianjur Meninggal Dunia Akibat DBD

Ilustrasi nyamuk DBD - JIBI
23 September 2018 23:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, CIANJUR-Bayi di bawah umur lima tahun (balita) dua tahun Fatimah Azahra anak pasangan Uyon (47) dan Atik (41) warga Kampung Cibakung, Desa Selajambe, Kecamatan Sukaluyu, Cianjur, Jawa Barat, penderita DBD meninggal dunia di RSUD Cianjur.

Sebelumnya balita tersebut sempat menjalani perawatan intensif selama empat hari di RSUD Cianjur karena mengalami panas tinggi. Kedua orang tua balita tersebut, tidak tahu kalau anaknya mengalami DBD.

"Karena demam tinggi, kami membawa Fatimah ke Puskesmas Ciherang, ketika itu dokter hanya memberi tahu kalau anak kami mengalami demam biasa akibat faktor cuaca, meskipun ketika itu sudah muncul bercak merah di tubuhnya," kata Atik pada wartawan Minggu (23/9/2018).

Merasa tidak puas dengan keterangan dokter tersebut, Atik membawa kembali anaknya pulang untuk dirawat di rumah. Namun bidan puskesmas Sukaluyu Anggi Mustika yang mendapat kabar perihal tersebut langsung datang ke rumah Fatimah.

"Kami langsung mendatangi pasien dan langsung merujuk ke RSUD untuk mendapat penanganan intensif. Hasil lab menyatakan Fatimah menderita DBD kritis sehingga harus menjalani rawat inap," katanya.

Dia menuturkan, sejak beberapa hari terakhir pihaknya menerima tiga laporan adanya warga Cibakung yang diduga terjangkit DBD, sehingga dia berharap ada penanganan serius dari dinas.

Sementara Kepala Desa Selajambe, Agus Junaedi mengatakan sepekan terakhir tiga orang warganya dibawa ke RSUD Cianjur karena diduga terjangkit DBD, satu orang meninggal dunia dan dua lainnya sudah sehat kembali.

"Puskemas terdekat dari Kampung Cibakung adalah Puskesmas Ciherang, sehingga keluarga membawa Fatimah ke puskesmas tersebut, namun diagnosa dokter hanya panas biasa bukan DBD," katanya.

Ia menyanyangkan diagnosa yang dilakukan dokter ketika itu, membuat kecewa pihak keluarga, namun beruntung bidan setempat mendatangi kelurga pasien dan membawanya ke RSUD Cianjur.

"Untuk antisipasi kami berharap ada fogging yang dilakukan dinas ke daerah kami karena saat ini, tercatat sudah tiga orang warga yang terjangkit DBD, satu orang meinggal," katanya.

Sumber : Antara