Advertisement
SURVEI TERBARU : Ini dia Pasangan Capres-Cawapres yang Paling Unggul di Media Sosial
Jokowi kemudian memakai kemeja dengan tulisan yang sama namun dengan desain yang berbeda pada Minggu (12/8/2018) pagi ketika dirinya datang ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Senen, Jakarta Pusat untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan sebagai salah satu persyaratan keikutsertaan Pemilihan Presiden 2019. - Bisnis/Yodie Hardiyan
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA- Hasil survei terbaru mengukur tingkat popularitas capres dan cawapres peserta Pilpres 2019.
Lingkar Survey Indonesia (LSI) Denny JA merilis survei nasional bertajuk "Pertarungan Pilpres di Media Sosial", Rabu (5/9/2018). Hasilnya, pasangan bakal capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi) dan Calon Ma'ruf Amin unggul di kalangan pengguna media sosial.
Advertisement
Media sosial Facebook dipilih sebagai bahan survei tersebut. Dari hasil survei tersebut memperlihatkan sebanyak 28 persen merupakan pengguna Facebook dan 72 persen mayoritas tidak menggunakan Facebook.
Tim riset LSI Denny JA, Adrian Sopa mengatakan, sebanyak 48,3 persen pengguna media sosial memilih Jokowi-Ma'ruf. Sementara, sebanyak 39,5 persen memilih pasangan bakal capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Sisanya sebanyak 12,2 persen belum memutuskan memilih keduanya.
BACA JUGA
"Di kalangan pengguna medsos, selisih Jokowi-Ma'ruf dengan Prabowo-Sandi lebih tipis, 8,8 persen," kata Adrian di Kantor LSI Denny JA, Jalan Pemuda Nomor 70, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (5/9/2018).
Adrian mengatakan, pasangan Jokowi-Ma'ruf masih unggul angka elektabilitasnya di kalangan bukan pengguna media sosial. Jokowi-Ma'ruf meraup angka 53,7 persen, sedangkan Prabowo-Sandiaga hanya 25,5 persen.
"Sisanya 20,8 persen menyatakan rahasia atau belum memutuskan, tidak tahu dan tidak jawab. Selisihnya sebesar 28,2 persen," ujarnya.
Ardian menyebut metodologi survei menggunakan multistage random sampling dengan jumlah 1.200 responden. Pengumpulan data dilakukan antara 12-19 Agustus 2018.
"Wawancara tatap muka responden menggunakan kuisioner, dengan margin of error 2,9 persen. Pengumpulan data juga dilengkapi dengan focus group discussion, analisis media dan indepth interview," tutur Adrian.
Dalam melakukan survei, LSI hanya mensurvei tiga pengguna media sosial terpopuler di tanah air, yakni Facebook, Twitter dan Instagram. Sementara, data pengguna media sosial di Indonesia sebanyak 28,5 persen, lalu bukan pengguna media sosial 71,5 persen.
"Dinamika dukungan di kalangan pengusaha media sosial akan lebih cepat berubah dan liar karena pertarungan paling intens terjadi di segmen ini," tandas Adrian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Suara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Kebijakan Luar Negeri Trump Mengeras, Targetkan Greenland-Iran
- IAGI Ungkap Dua Penyebab Dugaan Sinkhole di Limapuluh Kota
- Indonesia Larang Impor Daging Babi dari Spanyol akibat Wabah ASF
- Bareskrim Selidiki Dugaan Kejahatan Lingkungan di Banjir Bandang Aceh
- Kim Jong Un Klaim Uji Rudal Hipersonik Respons Situasi Global
Advertisement
Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Gunungkidul Mulai Dibangun
Advertisement
Jadi Primadona, Umbul Pelem Klaten Raup Omzet Miliaran Sepanjang 2025
Advertisement
Berita Populer
- Polisi Kerahkan 1.060 Personel Jaga Aksi Buruh Hari Ini di Jakarta
- Pergerakan Tanah Masih Terjadi di Lokasi Sinkhole Situjua Sumbar
- Prabowo Gelar Retret Kabinet di Hambalang, Evaluasi Program Prioritas
- Mulai 2026, Gaji Guru PPPK Bantul Minimal Setara UMK
- Modus Liquid Vape, BNN Ungkap Lab Narkoba Jaringan Global di Ancol
- Demokrat Laporkan Sejumlah Akun di Medsos Terkait Hoaks soal SBY
- Investor Celosia Bidik Pantai Baron untuk Wisata Taman Bunga
Advertisement
Advertisement



