Advertisement
KUR Perumahan Tembus Rp14 Triliun, Pemerintah Genjot Kota Satelit
Perumahan. / Ilustrasi Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA— Pemerintah mencatat realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) sektor perumahan atau kredit program perumahan (KPP) telah mencapai Rp14 triliun hingga 29 April 2026. Angka tersebut dinilai menjadi capaian signifikan dalam upaya mempercepat pemenuhan kebutuhan hunian masyarakat.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyampaikan progres tersebut dalam rapat bersama Ketua Satgas Perumahan sekaligus Utusan Khusus Presiden, Hashim Djojohadikusumo.
Advertisement
Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati, mengatakan capaian tersebut menunjukkan perkembangan yang sangat positif dalam penyaluran pembiayaan sektor perumahan.
“Realisasi KUR perumahan sudah mencapai Rp14 triliun. Ini angka yang sangat tinggi untuk pencapaian saat ini,” ujarnya di Jakarta, Rabu.
BACA JUGA
Menurut Sri, program KUR perumahan merupakan bagian dari arahan pemerintah untuk memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat, sekaligus mempercepat pembangunan hunian.
Fokus Pemetaan Lahan
Selain membahas pembiayaan, pemerintah juga memfokuskan perhatian pada ketersediaan lahan untuk pembangunan perumahan. Dalam rapat tersebut, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Nusron Wahid, memaparkan daftar lahan yang berpotensi dimanfaatkan.
Kementerian PKP selanjutnya akan membentuk tim survei guna menilai prioritas penggunaan lahan tersebut.
“Kami akan menentukan mana lahan yang menjadi prioritas untuk pembangunan perumahan,” kata Sri.
Pengembangan 11 Kota Satelit
Rapat juga membahas rencana pengembangan 11 kota satelit sebagai solusi jangka panjang mengatasi backlog perumahan. Program ini melibatkan lintas kementerian, termasuk Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Menteri terkait, Brian Yuliarto, disebut telah melakukan kajian awal terkait desain tata ruang kota satelit, mulai dari kebutuhan hunian, infrastruktur, hingga integrasi transportasi.
Kajian tersebut mencakup berbagai aspek penting, seperti penyediaan sarana-prasarana, konektivitas wilayah, serta pengembangan kawasan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Dorong Akses Hunian
Dengan kombinasi pembiayaan melalui KUR dan pengembangan kota satelit, pemerintah berharap dapat mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat, sekaligus mengurangi backlog perumahan yang masih tinggi di Indonesia.
Ke depan, tim survei akan menentukan lokasi prioritas serta skema pembiayaan dan pembangunan yang paling efektif untuk merealisasikan program tersebut.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam menciptakan ekosistem perumahan yang terjangkau, terencana, dan berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KUR Perumahan Tembus Rp14 Triliun, Pemerintah Genjot Kota Satelit
- Kasus Penganiayaan Balita di Daycare Aceh, Pemkot: Hanya 6 TPA Berizin
- Usulan Kurikulum Keselamatan Transportasi Muncul Usai Tragedi Bekasi
- Judi Online Bali Dibongkar, Mahasiswi Terlibat Jaringan Kamboja
- Kecelakaan Kereta Bekasi Disorot Ombudsman RI
Advertisement
Pemkot Jogja Siapkan 17 Daycare Pengganti bagi 103 Anak Terdampak
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Pemkab Sleman Usulkan Proyek Infrastruktur 2026, Fokus Jalan dan Pasar
- Gelombang Protes Internal, Karyawan Google Tolak AI untuk Militer AS
- Evakuasi KRL Bekasi Timur Masih Berlangsung, KAI Batasi Perjalanan
- Jadwal KRL Jogja-Solo 29 April 2026, Berangkat dari Tugu 05.05 WIB
- Jadwal KRL Solo-Jogja 29 April 2026 Lengkap Semua Stasiun
- Kecelakaan Kereta Bekasi Disorot Ombudsman RI
- Duka Korban Kecelakaan KA Bekasi, Kisah Adelia dan Nurlaela
Advertisement
Advertisement







