Advertisement
Ketegangan Hormuz Memanas Qatar Dorong Gencatan Diperpanjang
Foto ilustrasi rudal atau peluru kendali. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, DOHA—Ketegangan di jalur energi global tepatnya di Selat Hormuz mendorong Qatar menyerukan perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah dampak lanjutan terhadap perekonomian dunia.
Pernyataan tersebut disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, dalam konferensi pers di Doha, Selasa 921/4/2026). Ia menegaskan, perpanjangan gencatan senjata diperlukan apabila jalur diplomasi belum menghasilkan kesepakatan damai.
Advertisement
“Kami mendukung perpanjangan gencatan senjata hingga solusi damai tercapai antara Amerika Serikat dengan Iran,” kata Ansari.
Ia memperingatkan bahwa kembalinya konflik terbuka hanya akan memperburuk situasi global. Selain itu akan merugikan banyak pihak. “Kembali ke situasi permusuhan tidak menguntungkan siapa pun dan akan mencekik perekonomian global,” ujarnya.
Qatar juga menyatakan dukungan terhadap upaya mediasi yang dilakukan Pakistan, sembari memastikan komunikasi terus dilakukan dengan berbagai pihak terkait untuk memantau perkembangan situasi.
Ansari menepis anggapan bahwa negara-negara Teluk tidak dilibatkan dalam dinamika regional. Menurutnya, krisis di Selat Hormuz telah berdampak global sehingga membutuhkan koordinasi luas.
“Kami bekerja sama dengan semua mitra untuk mengembalikan selat tersebut ke kondisi sebelumnya sehingga lancar kembai,” katanya.
Ia juga mendesak Teheran membuka jalur komunikasi dan kembali ke meja perundingan demi penyelesaian damai.
Sebagai konteks, pada 2 Maret Iran mengumumkan pembatasan navigasi di Selat Hormuz, beberapa hari setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran pada 28 Februari.
Upaya meredakan konflik sempat dilakukan melalui mediasi Pakistan. Negara tersebut menjadi tuan rumah pembicaraan antara AS dan Iran pada 11–12 April, setelah sebelumnya memfasilitasi gencatan senjata selama 14 hari yang dimulai 8 April dan dijadwalkan berakhir Rabu malam waktu Washington.
Namun, ketidakpastian masih membayangi. Donald Trump menyebut peluang perpanjangan gencatan senjata sangat kecil dan menegaskan Selat Hormuz akan tetap diblokir hingga tercapai kesepakatan.
Kondisi ini membuat stabilitas jalur distribusi energi dunia kembali dipertaruhkan, seiring belum adanya kepastian lanjutan negosiasi antara kedua pihak" ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Paspor Indonesia Bebas Visa ke 42 Negara, Cek Destinasinya!
Advertisement
Berita Populer
- Anies Baswedan Hadiri Syawalan Nasional HMI MPO Cabang Yogyakarta
- Listrik Padam di Sleman, Sejumlah Wilayah Terdampak
- 21 April Bukan Hari Libur, Ini Makna Hari Kartini dan Inovasi Dunia
- Modus Izin Tinggal Investor Jadi Cara WNA Belama-lama di Indonesia
- Remaja di Bantul Tewas Dikeroyok, Polisi Sebut Motif Balas Dendam
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 21 April 2026, Tiket Rp8.000
- DPRD Dorong Perluasan WFH ASN Kota Jogja untuk Hemat BBM
Advertisement
Advertisement








