Kepala BNPB Minta Maaf soal Pernyataan Karhutla Berjalan Normal
Kepala BNPB Suharyanto meminta maaf dan mengklarifikasi pernyataan soal aktivitas masyarakat tetap normal di tengah karhutla dan kabut asap.
Foto ilustrasi Iran vs Amerika Serikat. - Freepik
Harianjogja.com, TEHERAN—Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali menguat setelah pernyataan keras dari kedua pihak terkait program nuklir dan teknologi militer. Iran menegaskan akan mempertahankan seluruh pencapaiannya, sementara Amerika Serikat menyatakan siap mengambil langkah tegas terkait uranium yang diperkaya.
Pernyataan ini muncul di tengah kebuntuan negosiasi yang belum menemukan titik temu, dengan tenggat waktu yang sebelumnya diperpanjang oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Situasi tersebut mempertegas ketidakpastian arah hubungan kedua negara.
Iran Tegaskan Pertahanan Teknologi Strategis
Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyatakan negaranya akan melindungi seluruh capaian strategis, termasuk teknologi nuklir dan roket. Pernyataan itu disampaikan dalam pidato peringatan Hari Teluk Persia di Teheran.
“Sembilan puluh juta warga Iran dan rekan senegara yang berani dan alim di dalam dan di luar negeri, menganggap semua potensi asli, spiritual, manusia, ilmiah, dan industri, serta teknologi baru dan fundamental, dari nano- dan bioteknologi hingga teknologi nuklir dan roket sebagai kekayaan negara,” kata Khamenei.
Ia menegaskan bahwa Iran memandang capaian tersebut sebagai bagian dari kedaulatan negara yang harus dijaga layaknya wilayah darat, laut, dan udara.
Hari Teluk Persia sendiri merupakan hari libur nasional di Iran yang memperingati pengusiran pasukan kolonial Portugis dari pantai selatan negara itu hampir empat abad lalu.
Pernyataan AS Perkeruh Situasi
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan sikap tegas terkait uranium yang diperkaya milik Iran. Ia menyebut Amerika Serikat akan mengamankan sumber tersebut dengan berbagai cara.
“Kami ingin mendapatkannya. Kami akan mengambilnya dengan cara apa pun. Kami akan mendapatkannya. Kami akan mendapatkannya atau kami akan mengambilnya. Mereka akan memberikannya kepada kami atau kami akan mengambilnya,” kata Trump di Gedung Putih.
Ia bahkan menilai langkah tersebut tidak akan sulit dilakukan, menunjukkan tingkat ketegangan yang semakin meningkat di tengah hubungan kedua negara.
Sejumlah laporan juga menyebut Iran mengusulkan pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai bagian dari dinamika diplomasi, dengan rencana menunda pembahasan program nuklir ke tahap berikutnya.
Verifikasi Nuklir Terkendala Keamanan
Di tengah situasi tersebut, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA), Rafael Grossi, mengungkapkan bahwa upaya verifikasi terhadap program nuklir Iran terkendala kondisi keamanan.
Ia menjelaskan para inspektur sebenarnya dijadwalkan mengunjungi fasilitas nuklir baru yang diumumkan Iran pada 13 Juni tahun lalu, namun rencana itu batal karena serangan yang terjadi pada hari yang sama.
“Akses seharusnya dilakukan pada 13 Juni, pada hari dimulainya serangan,” ujarnya.
Grossi menambahkan, sebelum konflik meningkat, lembaganya telah memantau secara ketat persediaan uranium yang diperkaya di Iran.
Situasi ini memperlihatkan ketegangan yang tidak hanya berdampak pada hubungan diplomatik, tetapi juga berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan dan keamanan global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kepala BNPB Suharyanto meminta maaf dan mengklarifikasi pernyataan soal aktivitas masyarakat tetap normal di tengah karhutla dan kabut asap.
Siswa SRMA 19 Bantul diajak aktif di lingkungan dan mengembangkan kemampuan agar mampu menjadi penggerak sekaligus mengurangi urbanisasi.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Sertifikat tanah elektronik menghubungkan data pemegang hak dengan NIK dan bidang tanah dengan nomor identifikasi elektronik.
BSU Rp600.000 Oktober 2026 belum diumumkan pemerintah. Simak syarat BSU tahun lalu dan cara cek status melalui situs resmi Kemnaker.
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.