Advertisement
BPOM Selidiki Penjualan Tramadol Bebas di Warung-Warung
Foto ilustrasi obat. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tengah menyelidiki dugaan penjualan tramadol secara bebas di sejumlah sejumlah warung. Penjualan tramadol bebas tersebut menjadi perhatian serius karena obat tersebut tergolong obat keras yang berpotensi disalahgunakan di masyarakat.
Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan bahwa lembaganya sedang melakukan investigasi terkait dugaan penyalahgunaan tramadol yang dijual tanpa pengawasan di sejumlah wilayah.
Advertisement
"Tramadol itu masuk menurut keputusan, Peraturan Badan POM nomor 21 Itu adalah Obat-obat tertentu," kata Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan di Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Taruna Ikrar menjelaskan tramadol termasuk dalam kategori obat-obat tertentu sebagaimana diatur dalam Peraturan Badan POM Nomor 21. Jenis obat tersebut merupakan obat keras yang umum digunakan untuk keperluan medis, seperti meredakan nyeri atau mengurangi rasa lelah, tetapi tetap memerlukan pengawasan dalam penggunaannya.
BACA JUGA
Menurutnya, meskipun memiliki manfaat medis sebagai obat antiinflamasi dan pereda nyeri, tramadol kerap disalahgunakan karena dapat menimbulkan efek tertentu ketika dikonsumsi secara tidak tepat.
"Itu kita masukkan kepada obat-obat tertentu. Nah, obat-obat ini bisa menyebabkan apa itu? Pertama efek high, kalau digabung dengan beberapa jenis obat lain. Terus bisa berfungsi seperti seolah-olah kayak ekstasi dia, dan sebagainya," kata Taruna.
Ia menambahkan laporan masyarakat mengenai dugaan penjualan tramadol bebas di berbagai wilayah saat ini telah menjadi perhatian BPOM dan sedang ditindaklanjuti melalui proses investigasi.
"Dan dalam waktu dekat saya kira kita lakukan penindakan," ujarnya.
Isu penjualan tramadol bebas tersebut juga mencuat setelah beredar video viral di media sosial yang memperlihatkan sejumlah kios yang diduga menjual tramadol di wilayah Kalisari dan Pekayon di Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Dalam video tersebut, terlihat sejumlah warga melempar petasan ke arah kios yang diduga menjual obat tersebut.
Perekam video yang disebut bernama Akbar (bukan nama sebenarnya) mengaku turut melempar petasan ke lokasi tersebut pada Senin (9/3/2026). Ia menyebut tindakan itu dilakukan karena laporan warga kepada pihak kepolisian disebut belum mendapatkan tindak lanjut.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta aparat kepolisian segera menindaklanjuti temuan masyarakat terkait dugaan penjualan tramadol di wilayah Jakarta Timur.
Menurut Sahroni, penyebaran tramadol secara bebas di masyarakat sangat berbahaya karena dapat menimbulkan dampak kesehatan sekaligus merugikan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
"Saya minta agar kepolisian lebih gerak cepat dalam mengakomodir laporan terkait penjualan Tramadol ini karena efeknya yang bisa bikin ketergantungan berat bagi penggunanya. Jangan ada pembiaran, ada laporan langsung tindak,” kata Sahroni dalam siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Selasa.
Penyelidikan penjualan tramadol bebas ini menjadi bagian dari upaya BPOM dan aparat penegak hukum untuk mencegah penyalahgunaan obat keras di masyarakat sekaligus memastikan distribusi obat tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BPOM Selidiki Penjualan Tramadol Bebas di Warung-Warung
- KPK Periksa Budi Karya Sumadi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Kereta Api
- Prabowo: Indonesia Aman Pangan di Tengah Krisis Global
- Longsor Sampah Bantargebang: 2 Korban Lagi Ditemukan Meninggal
- Pecah Kongsi, AS Kecewa Serangan Israel ke Depot BBM Iran
Advertisement
Tol Jogja-Solo Segmen Purwomartani Dibuka Mudik Lebaran, Masuk Gratis
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- AJI Yogyakarta Buka Posko Aduan THR Jurnalis di DIY
- Iran Klaim Sukses Luncurkan Rudal Hipersonik Operasi Janji Sejati 4
- Ahli Onkologi Ungkap Fakta Skincare yang Picu Risiko Kanker
- ASN di DIY Dilarang Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran
- Dispusip Sleman Dukung Kualitas Literasi Tanpa Anggaran
- Marc Klok Tegaskan Pentingnya FIFA Series 2026 Bagi Timnas Indonesia
- PBSI Evaluasi Kegagalan Tim Bulu Tangkis Indonesia di All England 2026
Advertisement
Advertisement








