Mulai 1 September, PT DSI Pantau Harga Ekspor SDA Secara Penuh
PT Danantara Sumber Daya Alam bersiap mengimplementasikan pengelolaan ekspor SDA satu pintu pada 1 September 2026 untuk memperkuat pengawasan ekspor.
Presiden Prabowo Subianto. /BPMI Sekretariat Presiden\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA—Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul tiba di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026) sore, untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden RI Prabowo Subianto. Pertemuan ini menjadi yang kedua sejak Indonesia dan Thailand menyepakati peningkatan hubungan bilateral menjadi Strategic Partnership pada 2025.
Berdasarkan pantauan di Istana Merdeka, Anutin tiba sekitar pukul 16.55 WIB menggunakan kendaraan dinas berwarna hitam. Ia mengenakan jas gelap dengan dasi biru, sementara Presiden Prabowo menyambutnya dengan setelan jas abu-abu, dasi gelap, dan peci hitam.
Suasana penyambutan berlangsung meriah. Kedatangan PM Thailand turut diiringi penampilan Tari Sekar Sahitya Ayu atau Jaipongan Klasik asal Jawa Barat. Setelah saling menyapa dan berbincang singkat, kedua pemimpin mengikuti prosesi penyambutan yang dilanjutkan dengan pengumandangan lagu kebangsaan Indonesia dan Thailand.
Sejumlah Menteri Dampingi Prabowo
Presiden Prabowo didampingi sejumlah anggota Kabinet Merah Putih dalam penyambutan dan pertemuan tersebut. Mereka antara lain Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, serta Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Lanjutkan Kemitraan Strategis Indonesia-Thailand
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang sebelumnya mengatakan pertemuan di Jakarta merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kedua negara untuk meningkatkan hubungan bilateral menjadi kemitraan strategis.
"Pertemuan ini merupakan yang ke-2 sejak kedua negara sepakat meningkatkan status hubungan bilateral menjadi Strategic Partner pada tahun 2025 saat Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan resmi ke Thailand," katanya.
Status Strategic Partnership disepakati saat Presiden Prabowo melakukan kunjungan resmi ke Thailand pada 2025. Kesepakatan tersebut menjadi dasar penguatan kerja sama di berbagai sektor strategis.
Bahas Peluang Kerja Sama Baru
Kemitraan strategis Indonesia dan Thailand mencakup berbagai bidang, mulai dari perdagangan dan investasi, ketahanan pangan, energi, pertahanan, hingga penguatan kerja sama di kawasan ASEAN.
Pertemuan bilateral di Istana Merdeka diperkirakan menjadi momentum bagi kedua pemimpin untuk mengevaluasi pelaksanaan berbagai kesepakatan yang telah dijalankan sejak pembentukan kemitraan strategis sekaligus membahas peluang kerja sama baru di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik kawasan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PT Danantara Sumber Daya Alam bersiap mengimplementasikan pengelolaan ekspor SDA satu pintu pada 1 September 2026 untuk memperkuat pengawasan ekspor.
Benarkah film dan drama Korea dapat memicu bunuh diri? Simak kajian tentang Werther Effect, Papageno Effect, serta pentingnya literasi media.
Bansos beras tahap kedua mulai disalurkan 17 Agustus 2026. Kopdes Merah Putih berpeluang menjadi lokasi penyaluran bagi 33,24 juta penerima.
Longsor tebing di Tanjakan Clongop Gunungkidul belum diperbaiki. Warga berharap penanganan dipercepat sebelum musim hujan tiba.
GIIAS 2026 menghadirkan sejumlah mobil baru di bawah Rp200 juta, didominasi kendaraan listrik dengan harga mulai Rp155 juta.
Sebanyak 156 karyawan HS Surya Group berangkat umrah gratis. Kisah pekerja muda hingga pesan haru CEO menjadi sorotan.