122 Korban KMP Mutiara Sentosa II Dievakuasi, Menhub Evaluasi Operator
Basarnas menyebut 122 korban KMP Mutiara Sentosa II telah tiba di darat. Menhub akan mengevaluasi operator usai investigasi KNKT selesai.
Foto ilustrasi getaran gempa tercatat pada seismograf. - istock
Harianjogja.com, JAKARTA—Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang Provinsi Ismailia, Mesir timur laut, pada Senin pagi waktu setempat. Hingga laporan terakhir, belum ada informasi mengenai korban jiwa maupun kerusakan, namun otoritas Mesir telah mengaktifkan langkah tanggap darurat sebagai antisipasi dampak lanjutan.
Berdasarkan data Dinas Penanggulangan Bencana dan Kedaruratan Turki (AFAD), gempa terjadi pada pukul 03.00 waktu setempat atau 07.00 WIB dengan pusat gempa berada pada kedalaman 5,47 kilometer.
Getaran gempa dilaporkan dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk ibu kota Kairo, meski sejauh ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan ataupun korban.
Belum Ada Laporan Korban
Media di Mesir melaporkan guncangan dirasakan di beberapa kota. Namun, hingga saat ini belum terdapat laporan resmi mengenai korban jiwa maupun dampak kerusakan akibat gempa tersebut.
Sabit Merah Mesir juga menyatakan belum menerima laporan terkait korban luka ataupun kerusakan. Meski demikian, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan menjauhi bangunan tua maupun bangunan yang telah mengalami keretakan.
Sebagai langkah antisipasi, Kementerian Kesehatan Mesir mengaktifkan rencana tanggap darurat dan menginstruksikan seluruh rumah sakit agar berada dalam kondisi siaga penuh apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.
Mitigasi Gempa: Persiapan Sebelum Bencana
Gempa bumi dapat terjadi tanpa peringatan sehingga kesiapsiagaan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan sebelum terjadi gempa antara lain:
Menata furnitur berat agar tidak mudah roboh.
Memastikan jalur evakuasi di rumah atau tempat kerja tetap terbuka.
Menyiapkan Tas Siaga Bencana (TSB) yang berisi dokumen penting, obat-obatan, makanan tahan lama, air minum, senter, dan alat komunikasi dasar.
Menentukan titik kumpul (assembly point) bersama keluarga serta mengenali potensi bahaya di lingkungan sekitar.
Yang Harus Dilakukan Saat Gempa
Ketika gempa terjadi, masyarakat diimbau tetap tenang agar dapat mengambil keputusan dengan tepat.
Apabila berada di dalam bangunan, lakukan teknik "Drop, Cover, and Hold On", yaitu merunduk, berlindung di bawah meja yang kokoh, dan berpegangan hingga guncangan berhenti.
Sementara jika berada di luar ruangan, jauhi gedung bertingkat, tiang listrik, papan reklame, maupun pohon besar. Bagi pengendara, segera menepi dan berhenti di area terbuka yang aman serta hindari berhenti di atas atau di bawah jembatan.
Tetap Waspada Setelah Gempa
Setelah gempa mereda, masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Evakuasi dilakukan secara tertib menggunakan tangga darurat dan tidak menggunakan lift. Sebelum kembali memasuki bangunan, pastikan tidak terdapat kerusakan struktur, kebocoran gas, maupun korsleting listrik yang berpotensi memicu kebakaran.
Masyarakat juga diimbau terus memantau informasi resmi dari lembaga berwenang serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kepanikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Basarnas menyebut 122 korban KMP Mutiara Sentosa II telah tiba di darat. Menhub akan mengevaluasi operator usai investigasi KNKT selesai.
Dewas KPK mengkaji dugaan pelanggaran etik Staf Administrasi KPK Setya Budi Dias dalam kasus dugaan pemerasan terhadap Bupati Pemalang.
Qatar akan mengirim delegasi seni ke Jogja pada Desember 2026 untuk memperingati 50 tahun hubungan Indonesia-Qatar sekaligus membahas kerja sama budaya
BPS mencatat kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 7,45 juta hingga Juni 2026, menjadi capaian tertinggi sejak 2020.
Komdigi akan memanggil YouTube setelah menemukan konten promosi vape yang melibatkan anak di bawah umur dan diduga melanggar aturan
PSS Sleman menggelar Launching Team, Jersey Reveal, dan laga uji coba melawan Kendal Tornado FC di Stadion Maguwoharjo pada 8 Agustus 2026