Yamaha Mundur dari MotoGP Qatar 2026 karena Situasi Timur Tengah
Yamaha menarik tim Monster Energy dan Prima Pramac dari MotoGP Qatar 2026 akibat situasi Timur Tengah. Empat pembalap dipastikan absen.
Foto ilustrasi getaran gempa tercatat pada seismograf. - istock
Harianjogja.com, JAKARTA—Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang Provinsi Ismailia, Mesir timur laut, pada Senin pagi waktu setempat. Hingga laporan terakhir, belum ada informasi mengenai korban jiwa maupun kerusakan, namun otoritas Mesir telah mengaktifkan langkah tanggap darurat sebagai antisipasi dampak lanjutan.
Berdasarkan data Dinas Penanggulangan Bencana dan Kedaruratan Turki (AFAD), gempa terjadi pada pukul 03.00 waktu setempat atau 07.00 WIB dengan pusat gempa berada pada kedalaman 5,47 kilometer.
Getaran gempa dilaporkan dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk ibu kota Kairo, meski sejauh ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan ataupun korban.
Belum Ada Laporan Korban
Media di Mesir melaporkan guncangan dirasakan di beberapa kota. Namun, hingga saat ini belum terdapat laporan resmi mengenai korban jiwa maupun dampak kerusakan akibat gempa tersebut.
Sabit Merah Mesir juga menyatakan belum menerima laporan terkait korban luka ataupun kerusakan. Meski demikian, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan menjauhi bangunan tua maupun bangunan yang telah mengalami keretakan.
Sebagai langkah antisipasi, Kementerian Kesehatan Mesir mengaktifkan rencana tanggap darurat dan menginstruksikan seluruh rumah sakit agar berada dalam kondisi siaga penuh apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.
Mitigasi Gempa: Persiapan Sebelum Bencana
Gempa bumi dapat terjadi tanpa peringatan sehingga kesiapsiagaan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan sebelum terjadi gempa antara lain:
Menata furnitur berat agar tidak mudah roboh.
Memastikan jalur evakuasi di rumah atau tempat kerja tetap terbuka.
Menyiapkan Tas Siaga Bencana (TSB) yang berisi dokumen penting, obat-obatan, makanan tahan lama, air minum, senter, dan alat komunikasi dasar.
Menentukan titik kumpul (assembly point) bersama keluarga serta mengenali potensi bahaya di lingkungan sekitar.
Yang Harus Dilakukan Saat Gempa
Ketika gempa terjadi, masyarakat diimbau tetap tenang agar dapat mengambil keputusan dengan tepat.
Apabila berada di dalam bangunan, lakukan teknik "Drop, Cover, and Hold On", yaitu merunduk, berlindung di bawah meja yang kokoh, dan berpegangan hingga guncangan berhenti.
Sementara jika berada di luar ruangan, jauhi gedung bertingkat, tiang listrik, papan reklame, maupun pohon besar. Bagi pengendara, segera menepi dan berhenti di area terbuka yang aman serta hindari berhenti di atas atau di bawah jembatan.
Tetap Waspada Setelah Gempa
Setelah gempa mereda, masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Evakuasi dilakukan secara tertib menggunakan tangga darurat dan tidak menggunakan lift. Sebelum kembali memasuki bangunan, pastikan tidak terdapat kerusakan struktur, kebocoran gas, maupun korsleting listrik yang berpotensi memicu kebakaran.
Masyarakat juga diimbau terus memantau informasi resmi dari lembaga berwenang serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kepanikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Yamaha menarik tim Monster Energy dan Prima Pramac dari MotoGP Qatar 2026 akibat situasi Timur Tengah. Empat pembalap dipastikan absen.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 2 November 2026 tersedia 15 kali keberangkatan. Simak jadwal 13 stasiun dan tarif Rp8.000.
PSS Sleman kalah 3-1 dari Garudayaksa FC pada pekan ke-8 Super League 2026/2027. Kevin Gomes mendapat kartu merah pada babak pertama.
Simak jadwal perpanjangan SIM Sleman November 2026 di MPP, SIM Keliling SCH, dan SIMMADE beserta jam layanan serta persyaratannya.
Como 1907 menang 1-0 atas Venezia pada pekan ke-10 Liga Italia 2026/2027. Penalti Lucas Da Cunha memastikan kemenangan keempat beruntun.
Mensos Gus Ipul mengajak RT/RW dan pemda memperbaiki data bansos. Evaluasi Kemensos menyebut sekitar 45 persen data penerima PKH dan sembako tidak tepat sasaran