Pemprov Jateng Kumpulkan 31.032 Liter Minyak Jelantah dari ASN
Pemprov Jawa Tengah mengumpulkan 31.032,44 liter minyak jelantah dari 60.680 ASN dan pegawai BUMD hingga meraih penghargaan MURI.
Foto ilustrasi badai. - Dibuat menggunakan AI/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi kemunculan Bibit Siklon Tropis 94W di Laut Filipina yang berpotensi memicu cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia. Dampaknya diperkirakan berlangsung pada 3-6 Agustus 2026, mulai dari hujan berintensitas sedang hingga sangat lebat, disertai potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan nasional.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Agie Wandala Putra, menjelaskan keberadaan sistem atmosfer tersebut memengaruhi pola angin di Indonesia dengan kecepatan maksimum mencapai 28 knot.
Menurutnya, Bibit Siklon Tropis 94W yang berada di timur Filipina memicu terbentuknya daerah konvergensi dan penumpukan massa udara basah di sejumlah wilayah.
"Keberadaan Bibit Siklon Tropis 94W di timur Filipina berdampak langsung pada pembentukan daerah konvergensi dan penumpukan massa udara basah di sejumlah wilayah," katanya di Jakarta, Senin.
BMKG mencatat bibit siklon itu berada pada koordinat 15,3 derajat Lintang Utara (LU) dan 124,7 derajat Bujur Timur (BT). Sistem tersebut bergerak ke arah barat-barat laut dengan kecepatan angin maksimum 25 knot serta tekanan udara 1006 hektopascal (hPa).
Berpotensi Memicu Hujan Lebat
Aktivitas Bibit Siklon Tropis 94W menyebabkan terbentuknya konfluensi dan konvergensi yang membentang dari pesisir Aceh, Kalimantan, Jawa bagian barat, Sulawesi, hingga Papua.
Kondisi tersebut meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang berisiko memicu bencana hidrometeorologi, terutama di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Selain hujan lebat, BMKG juga memperingatkan adanya potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Indonesia.
Gelombang Tinggi Capai 4 Meter
BMKG memperkirakan gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Sumatra, serta Samudra Hindia selatan Jawa.
Sementara itu, sejumlah wilayah perairan lain seperti Laut Jawa, Selat Makassar, Laut Banda, dan Laut Arafuru diprakirakan mengalami gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter.
Atas kondisi tersebut, BMKG mengimbau seluruh pengguna jasa transportasi laut, terutama nelayan dan operator kapal feri, agar selalu memantau perkembangan informasi cuaca sebelum melakukan pelayaran.
Selain itu, masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir maupun wilayah rawan banjir dan tanah longsor diminta meningkatkan kewaspadaan selama periode aktivitas bibit siklon berlangsung.
"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," kata Agie.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemprov Jawa Tengah mengumpulkan 31.032,44 liter minyak jelantah dari 60.680 ASN dan pegawai BUMD hingga meraih penghargaan MURI.
Simak jadwal perpanjangan SIM Sleman November 2026 melalui MPP, SIM Keliling malam di SCH, SIMMADE, dan Satpas beserta syaratnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 3 November 2026, tersedia 10 perjalanan. Simak jam keberangkatan dari kedua stasiun.
SIM Keliling Polda DIY beroperasi selama November 2026 di sejumlah lokasi. Simak jadwal, persyaratan, dan biaya perpanjangan SIM A serta C.
BNPB mengingatkan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, banjir bandang, longsor, dan banjir lahar saat musim hujan.
Cek jadwal SIM Keliling dan layanan perpanjangan SIM Gunungkidul November 2026, termasuk lokasi, syarat dokumen, serta biaya SIM A dan C.