Siswa SD Meninggal Seusai Tertimpa Patung di Museum Ronggowarsita
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
Seorang pemuda asal Dukuh Karangsari, Desa Gedangan, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, bernama Dwi Ariyanto, dilaporkan hilang sejak Senin (10/11/2025) pagi setelah berpamitan hendak membeli burung dara di Pasar Burung Depok, Solo. Hingga Kamis (13/11/2025) belum kembali ke rumah. /Istimewa.
Harianjogja.com, BOYOLALI—Seorang pemuda asal Dukuh Karangsari, Desa Gedangan, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, bernama Dwi Ariyanto, dilaporkan hilang sejak Senin (10/11/2025) pagi setelah berpamitan hendak membeli burung dara di Pasar Burung Depok, Solo. Hingga Kamis (13/11/2025) belum kembali ke rumah.
Keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cepogo pada Rabu (12/11/2025). Paman Dwi, Sartono, menceritakan bahwa pada Senin pagi sekitar pukul 10.00 WIB, keponakannya berpamitan untuk pergi ke Pasar Burung Depok Solo.
“Terus pukul 15.00 WIB ditelepon kakaknya masih aktif dan nyambung, pukul 16.30 WIB saya telepon masih nyambung saya suruh pulang, dia jawab nggih [ya]. Tapi pukul 17.00 WIB saya hubungi sudah enggak bisa, sampai sekarang belum pulang,” katanya, Kamis (13/11/2025).
Saat berangkat, Dwi diketahui mengenakan jaket hijau, helm merah, dan membawa tas kecil berisi handphone. Ia mengendarai sepeda motor Honda Supra dengan pelat nomor AD 2859 NM.
Dwi sudah sering pergi ke Pasar Burung Depok sejak masih bersekolah di SMK. Biasanya, ia berangkat bersama tetangga atau keluarga.
Sehari-hari, Dwi bekerja sebagai petani sekaligus pedagang burung. Seusai lulus SMK, ia sempat berusaha mencari pekerjaan dan bahkan mengikuti beberapa tes, namun gagal di tahap akhir.
“Jadi seusai tidak lolos itu jadi kayak gimana gitu. Dia kejiwaannya sempat terganggu, terus diopeni [dipelihara] saudara lalu membaik. Sekarang 90% sudah baik walau sempat depresi,” ujar Sartono.
Ia menambahkan, hubungan Dwi dengan keluarga baik-baik saja dan kedua orang tuanya masih ada. Sartono berharap masyarakat membantu menyebarkan informasi terkait keberadaan keponakannya tersebut.
“Bagi yang menemukan dengan ciri-ciri ponakan saya bisa menghubungi nomor saya di 0821-4311-7445 atau Tri Priyanto di 0858-6514-0706,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
Viral perempuan bongkar dugaan perselingkuhan suami lewat data misterius pada timbangan pintar atau smart scale di rumahnya.
Imigrasi memperketat pengawasan WNA di Bantul lewat APOA. Hotel, homestay, dan vila diwajibkan melaporkan tamu asing secara berkala.
Hanung Bramantyo mengadaptasi Children of Heaven berlatar SD Muhammadiyah dengan pesan kuat tentang pendidikan karakter anak.
KPAID Kota Jogja mendorong penerapan pasal lebih berat dalam kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.