Advertisement
Warga Badui Pedalaman Minta Perbaikan Jalan dan Layanan Kesehatan
Ilustrasi lampu penerangan jalan umum (IST - Freepik)
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Masyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, meminta perbaikan jalan serta pelayanan kesehatan dan keamanan di kawasan hutan lindung atau hutan tutupan.
"Kami menyambut positif kunjungan Gubernur Banten Andra Soni dan Kapolda Irjen Hengki ke Badui," kata Sekretaris Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Medi saat dihubungi di Rangkasbitung, Sabtu (27/9/2025).
Advertisement
Kunjungan pejabat Provinsi Banten tersebut, lanjutnya, tentu sangat positif untuk merealisasikan permintaan masyarakat Suku Badui, antara lain perbaikan jalan menuju kawasan Saba Budaya Badui yang rusak seperti menuju Terminal Ciboleger, Cijahe, Binong dan Cicakal.
BACA JUGA: Nguri-Uri Budaya, Padukuhan Soromintan Sleman Gelar Jathilan Kudo Praneso
"Kondisi jalan rusak dipastikan berdampak terhadap perekonomian masyarakat, juga kunjungan Saba Budaya Badui menurun," katanya.
Medi mengatakan warga Badui juga meminta pelayanan kesehatan di Puskesmas Cisimeut sebagai puskesmas penyangga membuka perawatan inap dan penambahan tenaga dokter.
Selama ini, kata dia, masyarakat Badui terpaksa rawat inap ke rumah sakit yang lokasinya cukup jauh, seperti ke Rangkasbitung dan Serang. "Kami berharap Puskesmas Cisimeut dapat melayani rawat inap bagi warga Badui," kata Medi.
Ia juga meminta penegak hukum Kepolisian Daerah (Polda) Banten menjaga dan melestarikan hutan lindung atau hutan larangan. Masyarakat Badui sepakat bahwa hutan di kawasan Badui bukan hutan milik Badui sendiri, tetapi milik semua masyarakat Lebak dan Banten.
Selama ini, kata dia, masyarakat Badui yang tinggal di permukiman tanah hak ulayat seluas 5.190 hektare terdiri atas 3.000 hektare hutan hutan larangan dan tidak boleh dilakukan penebangan pohon maupun eksploitasi pertambangan. Sedangkan sisanya seluas 2.190 hektare untuk permukiman masyarakat Badui dan pertanian ladang.
Ia mengatakan penduduk Badui mencapai 11.600 jiwa yang tersebar di 68 perkampungan dengan andalan ekonomi pertanian ladang dan kerajinan tenun. "Kami berharap kepolisian dapat menjaga dan melestarikan kawasan hutan lindung itu," katanya.
Sementara itu Gubernur Banten Andra Soni mengatakan pihaknya berterima kasih kepada tokoh masyarakat, ulama, dan para relawan yang selama ini telah memperhatikan kesejahteraan warga Suku Badui.
Pemprov Banten, kata dia, berkolaborasi dengan Polda menggelar bakti sosial di Badui juga melakukan dialog, diskusi, dan silaturahmi, untuk menindaklanjuti berbagai hal terkait permintaan masyarakat Badui. "Kita berharap semua permintaan masyarakat Badui itu bisa direalisasikan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Ungkap Alasan Negara Bisa Menyuap Negara di Kasus PN Depok
- Atraksi Naik Gajah Dilarang, Warga Diminta Melapor
- Kemensos Benahi PBI BPJS Kesehatan, 54 Juta Warga Belum Terdaftar
- Survei Indikator: TNI Jadi Lembaga Paling Dipercaya Januari 2026
- Pandji Dijadwalkan Jalani Peradilan Adat Toraja 10 Februari 2026
Advertisement
Bulog Lanjutkan Serap Gabah 2026, Petani Sleman Tak Perlu Jual Murah
Advertisement
Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
Advertisement
Berita Populer
- Bank Mandiri Taspen Rayakan 11 Tahun Bersama Purnabakti
- Kasus Hibah Pariwisata Sleman, Pengelola Akui Ekonomi Tak Bergerak
- Sidang Hibah Pariwisata Sleman Ungkap Peran Karunia Anas
- Persik Kediri Bidik Kemenangan atas PSIM Jogja
- Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 10 Februari 2026, Berhenti di 13 Stasiun
- Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo, Selasa 10 Februari 2026
- Bus Sekolah Si Bulan Dikerahkan Tutupi Armada Jalur 14 Trans Jogja
Advertisement
Advertisement



