Advertisement
Penjualan Tiket Bus Lebaran di Sukoharjo Lesu, Banyaknya PHK Diduga Jadi Penyebab
Bus mudik. - Solopos/Ardiansyah Indra Kumala
Advertisement
Harianjogja.com, SUKOHARJO—Hingga memasuki arus balik Lebaran 2025, penjualan tiket bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di Terminal Sukoharjo belum menunjukkan lonjakan signifikan. Situasi ini mungkin dipengaruhi sebagian perantau memilih tidak mudik lantaran tekanan ekonomi seperti turunnya omzet usaha dan pemutusan hubungan kerja (PHK).
Advertisement
Pantauan Jaringan Harian Jogja, Espos di Terminal Sukoharjo, Rabu (2/4/2025), situasi terminal tampak lengang. Hanya beberapa pemudik yang menunggu di agen tiket bus di sekitar terminal. Mereka menunggu kedatangan bus jurusan Jakarta atau Bandung.
Baca Juga: Kenaikan Pembelian Tiket Bus di Jombor Belum Signifikan, Diprediksi Mencapai Puncak H-4 Lebaran
Sementara deretan kios agen tiket bus juga terlihat sepi. Tidak ada keramaian pemudik yang berseliweran pada H+2 Lebaran itu. “Penjualan tiket bus saat arus balik Lebaran masih sepi. Belum banyak yang memesan tiket bus jurusan Bandung. Kondisinya hampir sama saat arus mudik Lebaran,” kata seorang agen tiket bus Hiba Putra, Sutarmo.
Pria paruh baya yang akrab disapa Gayeng ini mengatakan biasanya, total penjualan tiket bus saat arus mudik dan arus balik Lebaran bisa mencapai Rp30 juta. Kini, penjualan tiket bus sepi sejak sepekan sebelum Lebaran. “Sekarang, total penjualan tiket hanya di kisaran Rp10 juta. Separuhnya saja belum ada. Jadi, memang benar-benar sepi,” kata dia.
Baca Juga: Terminal Dhaksinarga Gunungkidul Masih Sepi, Harga Tiket Bus Akap Masih Normal
Menurut Gayeng, lesunya penjualan tiket bus dipengaruhi beragam faktor. Namun, faktor yang paling berpengaruh adalah banyaknya karyawan pabrik yang terkena PHK. Mayoritas penumpang bus merupakan karyawan pabrik yang pulang kampung saat Lebaran.
Terutama karyawan pabrik di kawasan industri Cikarang, Jawa Barat. “Bus Hiba Putra melayani penumpang dari Jawa Barat ke Solo dan Karanganyar dan sebaliknya. Banyaknya karyawan yang terkena PHK berimbas pada turunnya penjualan tiket bus saat momentum Lebaran,” ujar dia.
Baca Juga: Libur Lebaran di Jogja, Dishub Siapkan Shuttle dari Amongrogo ke Titik Nol Kilometer
Hal senada diungkapkan Kepala Terminal Sukoharjo, Purwanto. Para perantau yang memanfaatkan bus untuk pulang kampung menurun signifikan dibanding Lebaran 2024. Banyak perantau yang menunda untuk mudik ke kampung halaman.
Selain tekanan ekonomi, program mudik gratis yang digulirkan pemerintah dan perusahaan turut berkontribusi terhadap rendahnya aktivitas mudik pada Lebaran tahun ini.
“Sekarang, hampir setiap daerah menyelenggarakan program mudik gratis. Belum lagi perusahaan-perusahaan skala besar juga menyelenggarakan program mudik gratis setiap tahun,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Solopos
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Kebijakan Luar Negeri Trump Mengeras, Targetkan Greenland-Iran
- IAGI Ungkap Dua Penyebab Dugaan Sinkhole di Limapuluh Kota
- Indonesia Larang Impor Daging Babi dari Spanyol akibat Wabah ASF
- Bareskrim Selidiki Dugaan Kejahatan Lingkungan di Banjir Bandang Aceh
- Kim Jong Un Klaim Uji Rudal Hipersonik Respons Situasi Global
Advertisement
Agenda Event, Pariwisata, Konser dan Olahraga, 7 Januari 2026
Advertisement
Jadi Primadona, Umbul Pelem Klaten Raup Omzet Miliaran Sepanjang 2025
Advertisement
Berita Populer
- PLN UID Jateng dan DIY Catat Kinerja Positif Sepanjang 2025
- Pemkab Bantul Setop Tambang Ilegal di Bawuran Pleret
- Kantor Diduga Scam di Sleman Tutup Usai Penggerebekan Polisi
- Polisi Kerahkan 1.060 Personel Jaga Aksi Buruh Hari Ini di Jakarta
- Pergerakan Tanah Masih Terjadi di Lokasi Sinkhole Situjua Sumbar
- Prabowo Gelar Retret Kabinet di Hambalang, Evaluasi Program Prioritas
- Mulai 2026, Gaji Guru PPPK Bantul Minimal Setara UMK
Advertisement
Advertisement



