Advertisement

Israel Lakukan Sejumlah Pelanggaran Gencatan Senjata di Lebanon

Newswire
Jum'at, 06 Desember 2024 - 08:17 WIB
Ujang Hasanudin
Israel Lakukan Sejumlah Pelanggaran Gencatan Senjata di Lebanon Orang/orang membersihkan puing/puing bangunan yang rusak setelah serangan udara Israel di Beirut, Lebanon, 11 Oktober 2024. Israel terus melakukan serangan di Lebanon dan Jalur Gaza pada hari Kamis, terus melanjutkan tujuan militernya di kedua bidang tersebut. Pada Kamis malam, Israel melancarkan serangan udara besar/besaran di pusat Beirut, menargetkan Wafiq Safa, kepala Unit Penghubung dan Koordinasi Hizbullah. Penyerbuan tersebut telah mengakibatkan sedikitnya 22 kematian dan 117 luka/luka, menurut Kemen

Advertisement

Harianjogja.co, BEIRUT— Laporan Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) menyebutkan bahwa, tentara Israel pada Rabu (5/12/2024) melakukan 12 pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang mulai berlaku pekan lalu.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa sejumlah pelanggaran itu terjadi di wilayah distrik Tyre, Marjayoun, dan Bent Jbeil di Lebanon Selatan, serta di Beirut.

Advertisement

Pelanggaran yang dilakukan termasuk penghancuran rumah, penembakan artileri, terbang rendah pesawat tempur di wilayah udara Lebanon, penembakan senjata api, dan aksi penyusupan.

Bahkan drone Israel menyerang sebuah kendaraan di Kota Majdalzoun, distrik Tyre, sementara artileri Israel menembaki Dataran Marjayoun sebanyak tiga kali dalam 24 jam terakhir, menurut NNA.

Senjata mesin milik tentara Israel juga menembaki permukiman di Kota Bent Jbeil. Selain itu, tentara Israel menghancurkan rumah-rumah di Kota Khiyam dan melakukan penembakan artileri di wilayah Kfarkela, berdasarkan laporan NNA.

BACA JUGA: Terbitkan Surat Terbuka, Seribu Ilmuan di Dunia Menyerukan Gencatan Senjata di Gaza

Pesawat tempur Israel terlihat terbang rendah di atas Ibu Kota Beirut dan wilayah selatan Lebanon, menurut laporan wartawan Anadolu.

Lebanon telah melaporkan sebanyak 129 pelanggaran gencatan senjata sejak perjanjian tersebut mulai berlaku pekan lalu. Perjanjian itu bertujuan untuk mengakhiri konflik 14 bulan antara tentara Israel dan kelompok Hizbullah.

Menurut catatan Anadolu yang didasarkan pada data Kementerian Kesehatan Lebanon, setidaknya 14 orang tewas dan 13 lainnya terluka akibat serangan Israel sejak pekan lalu.

Berdasarkan isi perjanjian gencatan senjata, Israel wajib menarik pasukannya ke selatan batas de facto Garis Biru secara bertahap sementara tentara Lebanon mengerahkan pasukannya ke wilayah Lebanon selatan dalam waktu maksimal 60 hari.

Pelaksanaan kesepakatan ini akan diawasi oleh Amerika Serikat dan Prancis, meskipun detail tentang mekanisme penegakannya masih belum jelas.

Sejak Oktober 2023, lebih dari 4.000 orang tewas dan lebih dari 16.500 lainnya terluka akibat serangan Israel di Lebanon. Selain itu, lebih dari 1 juta orang telah mengungsi, menurut otoritas kesehatan Lebanon.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara - Anadolu

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Libur Lebaran, Kunjungan Wisatawan ke Kaliurang Merangkak Naik

Sleman
| Kamis, 03 April 2025, 21:07 WIB

Advertisement

alt

Dusun Mlangi dan Jejak Islam di Jogja

Wisata
| Minggu, 23 Maret 2025, 22:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement