Selat Hormuz Lumpuh, Industri Plastik RI Berburu Bahan Baku ke Afrika
Penutupan Selat Hormuz memaksa industri plastik Indonesia mencari bahan baku ke Afrika dan AS, memicu lonjakan biaya dan risiko produksi.
Perumahan - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - Program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang ditetapkan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memicu polemik di masyarakat. Terkait hal itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sekaligus Ketua Komite BP Tapera, Basuki Hadimuljono bakal menemui Jokowi untuk emncari solusinya.
Basuki menjelaskan, pada dasarnya dirinya akan tunduk pada setiap keputusan yang ditetapkan mengenai implementasi program Tapera ke depan.
"Tapi saya akan manut aturan misalnya DPR, dan saya akan laporkan pada Presiden," jelas Jokowi saat ditemui di Kantor Kementerian PUPR, dikutip Sabtu (8/6/2024) dilansir bisnis.com
Basuki juga sebelumnya sempat memberikan sinyal rencana penundaan implementasi Tapera usai banyak mendapat penolakan baik dari pekerja hingga pengusaha.
Pada kesempatan berbeda, Basuki juga sempat dicecar mengenai sejumlah pertanyaan mengenai Tapera saat menggelar rapat kerja (raker) bersama dengan Komisi V DPR RI.
BACA JUGA: Ternyata Program Tapera Pernah Ditolak Pemerintahan SBY karena Tak Masuk Akal
BACA JUGA: Serikat Buruh Serukan Pencabutan Tapera, Bukan Penundaan
Karenannya, Basuki menyebut, pihaknya tidak akan tergesa-gesa mengimplementasikan program Tapera apabila memang dinilai belum siap.
"Dengan kemarahan ini [terhadap program Tapera] saya pikir saya nyesal betul," jelasnya.
Di sisi lain, Basuki juga menepis kabar bahwa pemerintah seakan pasif dalam memenuhi kebutuhan perumahan masyarakat. Pasalnya, pemerintah telah menyediakan subsidi selisih bunga lewat program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dinilai telah cukup optimal.
Basuki menjelaskan, sejak FLPP diguyurkan pada 2010 total APBN yang telah dikucurkan mencapai Rp105 triliun.
"Jadi apa yang sudah kami lakukan dengan FLPP subsidi bunga itu sudah Rp105 triliun," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Penutupan Selat Hormuz memaksa industri plastik Indonesia mencari bahan baku ke Afrika dan AS, memicu lonjakan biaya dan risiko produksi.
Polres Bantul sita 256 botol miras ilegal dari tiga lokasi. Tiga pelaku diamankan dalam operasi dua hari.
Satgas PASTI hentikan CANTVR dan YUDIA. Modus investasi bodong dan kerja paruh waktu, masyarakat diminta waspada.
Kemendag minta UMKM laporkan pungli dan gangguan usaha. Pemerintah janji lindungi pelaku usaha kecil.
Manuel Neuer comeback ke Timnas Jerman untuk Piala Dunia 2026. Ini daftar skuad lengkap pilihan Nagelsmann.
Polda Jateng bongkar koperasi ilegal BLN. Dana Rp4,6 triliun, 41 ribu korban, dua tersangka ditetapkan.