Advertisement
Sidang Sengketa Pemilu 2024 di MK, Airlanga Bandingkan Bansos RI dengan Negara Lain
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. - Harian Jogja - Ist
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membandingkan bantuan sosial (bansos) RI dengan negara lain. Hal itu disampaikannya saat memberikan keterangan dalam sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi pada hari ini.
“Bansos di Indonesia, misalnya bantuan pangan, diberikan kepada 22 juta orang atau 7,9 persen dari penduduk,” katanya di Ruang Sidang Gedung MK, Jakarta Pusat, Jumat (5/4/2024).
Advertisement
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan beberapa negara lainnya. Malaysia juga memberikan bantuan kepada 8,7 juta penerima keluarga, atau 25,4% dari total penduduk dengan anggaran setara Rp25 triliun pada periode tertentu 2023 dan 2024.
Filipina disebutnya memberikan bantuan tunai untuk petani akibat fenomena cuaca el nino, dengan besaran hingga Rp3,47 triliun pada bulan September 2023. “Bantuan pangan di India itu untuk 800 juta orang [sebesar] Rp372 triliun dan subsidi pupuk sebesar Rp25,5 miliar. Singapura memberikan paket dukungan hidup untuk hampir separuh penduduk 2,5 juta [orang] mulai September 2024,” ujarnya.
Airlangga mengatakan hal yang sama juga berlaku di Amerika Serikat (AS). Negeri Paman Sam itu disebutnya memberikan paket bantuan inflasi berupa food stamp untuk 41 juta orang, serta perlindungan dampak perubahan iklim ekstrem dengan nilai setara Rp835 triliun.
“[Bansos RI] ini lebih rendah dari Malaysia 25%, Singapura 41%, India 55,6% dan Amerika 12,1%,” jelasnya.
Sebagai informasi, Mahkamah Konstitusi memanggil empat menteri Kabinet Indonesia Maju dalam lanjutan sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2024 pada hari ini, Jumat (5/4/2024). Keempatnya ialah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, serta Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini.
Mereka akan hadir sebagai pemberi keterangan lain yang dibutuhkan oleh Mahkamah. Selain itu, majelis hakim turut memanggil Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Heddy Lugito.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Guru Besar UGM Ungkap Mikroalga Bisa Jadi Energi Masa Depan
Advertisement
Advertisement








