Advertisement
Pemprov Sumut Perketat Pengamanan Lokasi Pengungsian Rohingya
Sejumlah imigran etnis Rohingya berada di depan pagar Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Aceh, Senin (11/12/2023). Sebanyak 137 orang imigran Rohingya terlantar di depan Kantor Gubernur Aceh setelah mendapat penolakan warga dari beberapa tempat mulai dari Gampong Lamreh, Kabupaten Aceh Besar, hingga lokasi camp perkemahan Pramuka, Kabupaten Pidie. ANTARA FOTO/Khalis Surry - YU
Advertisement
Harianjogja.com, MEDAN—Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) telah berkoordinasi untuk mengamankan lokasi penampungan sementara pengungsi Rohingya di Labuhan Deli, Deli Serdang.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Basarin Yunus Tanjung mengatakan, pengamanan dilakukan untuk menghindari adanya gesekan antara para pengungsi dan masyarakat lokal.
Advertisement
“Isu-isu (pro dan kontra) sudah masuk, sejak awal kita sudah mengantisipasi gesekan antara masyarakat lokal dengan pengungsi, sudah ada pengamanan dari TNI dan pemerintah kabupaten," kata Basarin dalam keterangan resmi, Jumat (5/1/2024).
Dikatakan Basarin, sudah 5 hari berlalu sejak sebuah kapal yang membawa kurang lebih 157 pengungsi Rohingya terdampar di perairan Desa Karang Gading, Labuhan Deli, Deli Serdang.
Atas dasar empati, masyarakat dan pemerintah setempat bahu-membahu menyiapkan penanganan darurat seperti makanan, minuman dan tempat penampungan sementara bagi ratusan etnis Rohingya di Labuhan Deli ini. Mereka disebut melarikan diri dari kamp Bangladesh atas dasar keamanan.
Basarin mengatakan, merespon situasi ini pihaknya masih mengumpulkan informasi lanjutan yang dikumpulkan dari sejumlah instansi, lembaga swadaya masyarakat, maupun Badan PBB untuk Pengungsi (UNHCR) untuk evaluasi penampungan pengungsi Rohingya di Labuhan Deli.
"Nantinya, informasi yang berkembang di sana jadi pertimbangan untuk kita tangani selanjutnya,” kata Basarin.
BACA JUGA: Terkait Pengungsi Rohingya, Ini Sikap Kemenkumham
Sementara itu, Protection Associate United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) Oktina Hafanti mengatakan pihaknya akan terus mendukung apa yang dilakukan pemerintah kabupaten dan provinsi untuk menangani pengungsi Rohingya.
Sejak kedatangan para pengungsi di tanah Deli, UNHCR turut membantu pembiayaan akomodasi dan logistik pengungsi.
"Tentu saja kita tidak bisa sendiri, mesti didukung Pemerintah Indonesia,” kata Oktina.
Sebagai informasi, berdasarkan data UNHCR, sebanyak 157 pengungsi Rohingya mendarat di Deli Serdang, pada Sabtu (30/12/2023). Jumlah itu terdiri dari orang dewasa, anak-anak, bayi dan balita.
Para pengungsi berlayar menggunakan kapal menuju Sumatra lantaran tidak kondusifnya situasi yang dihadapi di Kamp Pengungsian Bangladesh.
Dikatakan Basarin, Pemprov Sumut akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak dalam penanganan pengungsi tersebut. "Tentunya sambil terus melihat perkembangan yang terjadi," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Ratusan Ribu Keluarga di Gunungkidul Terima Bansos Beras dan Minyak
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Obesitas pada Lansia Meningkat, Ini Cara Mencegahnya
- UMY Buka Prodi AI dan Bisnis Digital Minat Pendaftar Asing Naik
- Kemenkes Percepat Eliminasi TB dengan Penemuan Aktif dan Terapi
- Ancaman Siber Kini Sasar Opini Publik Lewat Manipulasi Algoritma
- Jadwal KRL Jogja-Solo 24 April 2026, Berangkat PagiMalam
- GEMPAR Sleman Dongkrak UMKM, ASN Wajib Belanja Pasar
- Jadwal KRL Solo-Jogja 24 April 2026, Tarif Rp8.000
Advertisement
Advertisement








