Pemkab Pekalongan Lindungi 40.653 Hektare Lahan Produktif
Pemkab Pekalongan melindungi 40.653 hektare lahan produktif dari alih fungsi. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan daerah dan nasional.
BSSN ungkap ancaman siber kini tak hanya serang sistem, tapi juga opini publik dan persatuan bangsa di era digital. /Istimewa.
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengingatkan bahwa ancaman siber kini tidak hanya menyasar sistem teknologi, tetapi juga opini publik dan persatuan bangsa di ruang digital. Hal ini disampaikan Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik BSSN, Brigjen TNI Berty B.W. Sumakud, dalam kegiatan Gaskeun Camp: Kolab Jadi Jawara di Bandung, Kamis (23/04/2026).
Forum yang digelar Direktorat Informasi Publik Ditjen Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) tersebut diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai kalangan. Peserta terdiri atas pengelola media center Dinas Kominfo daerah, perwakilan OPD, kontributor konten, komunitas pemuda, pelajar, mahasiswa, akademisi, hingga pegiat literasi digital.
Brigjen TNI Berty menegaskan bahwa ancaman siber modern berkembang semakin kompleks dan multidimensi. Serangan tidak hanya berdampak pada sistem teknologi dan layanan publik, tetapi juga dapat melemahkan kepercayaan masyarakat melalui manipulasi informasi.
Menurutnya konflik modern tidak selalu dimulai dengan tank, rudal, atau drone. Banyak konflik justru diawali dengan narasi palsu, propaganda digital, penggunaan bot, akun anonim, manipulasi algoritma, dan kampanye terkoordinasi di media sosial.
"Target utamanya adalah emosi masyarakat, opini publik, dan stabilitas nasional,” ujar Berty.
Ia menjelaskan bahwa ancaman tersebut mencakup misinformasi, disinformasi, hingga Foreign Information Manipulation and Interference (FIMI). Praktik ini dilakukan secara terkoordinasi oleh aktor asing, baik negara maupun non-negara, untuk memengaruhi opini publik, proses politik, hingga kepentingan strategis suatu negara.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa keamanan siber kini tidak lagi sebatas perlindungan jaringan dan data. Lebih dari itu, keamanan siber juga menyangkut ketahanan masyarakat dalam menghadapi operasi informasi yang berpotensi memecah belah bangsa.
Berty menekankan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam ekosistem digital nasional. Mereka tidak hanya sebagai konsumen informasi, tetapi juga produsen konten yang berpengaruh terhadap pembentukan opini publik.
“Para pengelola media center daerah, content creator, komunitas, mahasiswa, pelajar, akademisi, serta pegiat literasi digital sebagai Jawara Bandung memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam menjaga ruang siber nasional,” katanya.
Ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan literasi digital dan kesadaran keamanan siber. Ia menekankan pentingnya membiasakan verifikasi informasi sebelum membagikannya serta aktif menyebarkan narasi positif di ruang digital.
BSSN juga terus memperkuat upaya peningkatan kesadaran publik melalui berbagai kegiatan edukasi keamanan siber. Program ini melibatkan pelajar, mahasiswa, komunitas, hingga instansi pemerintah, serta menghadirkan pakar nasional dan mitra internasional, termasuk dari Inggris Raya dan Uni Eropa, guna memperkaya pemahaman masyarakat terhadap dinamika ancaman siber global.
“Pertahanan negara membutuhkan partisipasi seluruh rakyat Indonesia, termasuk dalam menjaga ruang siber. Nasionalisme di era digital juga diwujudkan melalui kepedulian menjaga informasi, persatuan, dan ketahanan bangsa,” pungkasnya.
Direktur Informasi Publik Kemkomdigi, Nursodik Gunarjo, dalam kesempatan itu mendorong generasi muda aktif menghadirkan konten positif yang memperkuat persatuan nasional. Ia juga mengajak peserta memanfaatkan portal resmi pemerintah sebagai rujukan informasi serta membiasakan verifikasi fakta.
"Kami mendorong pelajar, mahasiswa, dan generasi muda menjadi digital patriot, yaitu generasi yang aktif melawan disinformasi yang berpotensi memecah belah bangsa".
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Pekalongan melindungi 40.653 hektare lahan produktif dari alih fungsi. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan daerah dan nasional.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 10 Juni 2026 lengkap dari pagi hingga malam, tarif murah Rp8.000 dan bebas macet.
Sekda DIY soroti alih fungsi lahan dan pentingnya data dalam kebijakan untuk menjaga ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan.
Instalasi Sunflower Angel di Candi Prambanan viral, hadirkan wisata estetik dan pengalaman seni unik yang diserbu ribuan pengunjung.
BI DIY dan TPID luncurkan MRANTASI PKK 2026 untuk tekan inflasi lewat budidaya cabai dan ketahanan pangan rumah tangga.
Menag dorong kurikulum ekoteologi di pesantren untuk bangun kesadaran cinta alam, manusia, dan Tuhan secara utuh.