Advertisement
Lagi, Prajurit TNI Gugur di Lebanon, UNIFIL Sampaikan Duka
Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Nabatieh, Lebanon (UNIFIL), pada 20 Oktober 2025. ANTARA/Houssam Shbaro/Anadolu - pri.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Kabar duka datang dari misi perdamaian dunia. Seorang prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian UNIFIL, yakni Rico Pramudia, dinyatakan gugur setelah sempat menjalani perawatan intensif akibat luka serius yang dideritanya.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui platform X, UNIFIL mengungkapkan bahwa prajurit berpangkat Prajurit Kepala (Praka) tersebut meninggal dunia setelah hampir satu bulan dirawat di rumah sakit di Beirut. Luka yang dialaminya merupakan dampak dari ledakan proyektil yang menghantam markas pasukan di wilayah Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada 29 Maret 2026.
Advertisement
UNIFIL menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban, rekan-rekan satuan, serta pemerintah Indonesia. Duka juga ditujukan secara khusus kepada TNI Angkatan Darat sebagai kesatuan yang menaungi almarhum.
“Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum kemanusiaan internasional,” demikian pernyataan UNIFIL. Bahkan, serangan tersebut dinilai berpotensi masuk dalam kategori kejahatan perang karena melanggar ketentuan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 yang mengatur stabilitas kawasan.
BACA JUGA
Gugurnya Praka Rico menambah daftar korban dari Indonesia dalam misi perdamaian di Lebanon. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, tercatat empat prajurit TNI meninggal dunia akibat rangkaian serangan di wilayah tersebut. Sebelumnya, Farizal Rhomadhon gugur dalam insiden yang sama pada 29 Maret.
Sehari berselang, dua prajurit lainnya, yakni Zulmi Aditya Iskandar dan Muhammad Nur Ikhwan, juga dilaporkan tewas saat konvoi pasukan yang mereka kawal diserang pihak tidak dikenal. Selain korban jiwa, sedikitnya tujuh personel TNI lainnya mengalami luka-luka dalam rangkaian serangan tersebut.
Situasi keamanan di Lebanon selatan memang tengah memanas dalam beberapa waktu terakhir. Selain Indonesia, Prancis juga kehilangan dua tentaranya yang bertugas bersama UNIFIL setelah patroli mereka diserang pada pertengahan April.
UNIFIL menegaskan pentingnya semua pihak yang terlibat konflik untuk mematuhi hukum internasional dan menjamin keselamatan personel penjaga perdamaian. Serangan terhadap pasukan PBB dinilai tidak hanya mengancam stabilitas kawasan, tetapi juga merusak upaya perdamaian yang selama ini dijalankan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tugas misi perdamaian memiliki risiko tinggi. Meski demikian, kontribusi Indonesia melalui TNI dalam menjaga perdamaian dunia tetap menjadi bagian penting dari komitmen global dalam menciptakan stabilitas dan keamanan internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
6.835 UMKM Jogja Terverifikasi, Pemkot Perkuat Data Digital
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Kejagung Tambah 3 Tersangka Korupsi Pertambangan PT AKT di Kalteng
- Saiful Djoge, Bek Muda yang Mengunci Sisi Kanan PSS di Maguwoharjo
- Setelah Ambulans, Damkar Sleman Juga Disasar Laporan Fiktif DC Pinjol
- Cedera, Lamine Yamal Absen hingga Akhir Musim
- Bocah SD Gunungkidul Tertimpa Besi Pikap Dinyatakan Meninggal Dunia
- KPK Periksa 20 Pejabat Tulungagung Terkait Dugaan Pemerasan
- Khalid Basalamah Tegaskan Tak Kenal Tersangka Korupsi Kuota Haji Yaqut
Advertisement
Advertisement







