Indonesia Open 2026: Raymond-Joaquin Gagal Juara, Takluk Malaysia
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin gagal juara Indonesia Open 2026 setelah kalah 21-13, 18-21, 10-21 dari Goh Sze Fei/Nur Izzuddin di final.
Foto ilustrasi menu Makan Bergizi Gratis berupa mi ayam lengkap dengan sayur dan kerupuk pangsit serta buah. - dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) mendorong optimalisasi pemanfaatan pangan lokal dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan ini ditujukan untuk menekan potensi lonjakan harga bahan pangan akibat permintaan besar yang terjadi secara serentak di berbagai daerah.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa pendekatan fleksibel menjadi kunci dalam penyusunan menu MBG. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diberikan keleluasaan untuk menyesuaikan menu berdasarkan ketersediaan bahan pangan di wilayah masing-masing.
Menurutnya, kebijakan menu yang seragam secara nasional justru berisiko memicu lonjakan harga karena tingginya permintaan dalam waktu bersamaan. “Kalau semua daerah diwajibkan menu yang sama, tekanan konsumsi akan tinggi dan harga bahan pasti naik,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Dadan mencontohkan pengalaman saat peringatan ulang tahun Prabowo Subianto pada 17 Oktober 2025. Saat itu, menu MBG diseragamkan menjadi nasi goreng dengan telur. Dampaknya, kebutuhan telur melonjak drastis hingga mencapai 36 juta butir atau sekitar 2.200 ton dalam satu hari. Kondisi tersebut sempat memicu kenaikan harga telur hingga Rp3.000 per kilogram di pasaran.
Ia menilai, kasus tersebut menjadi pelajaran penting bahwa kebijakan pangan dalam skala besar harus mempertimbangkan kapasitas produksi dan distribusi. Oleh karena itu, diversifikasi menu menjadi langkah strategis untuk menjaga keseimbangan pasar sekaligus memastikan kecukupan gizi masyarakat.
Selain telur, Dadan juga menyoroti kebutuhan daging sapi dalam program MBG. Ia menjelaskan bahwa satu SPPG dapat membutuhkan sekitar 350 hingga 382 kilogram daging sapi dalam satu kali proses memasak. Jumlah tersebut setara dengan satu ekor sapi.
Jika kebijakan memasak daging sapi dilakukan serentak di seluruh SPPG, maka kebutuhan sapi akan meningkat signifikan dan berpotensi mengganggu stabilitas harga di pasar. “Bayangkan jika semua SPPG memasak sapi di hari yang sama, kebutuhan nasional bisa melonjak sangat tinggi,” katanya.
Untuk itu, BGN menekankan pentingnya variasi sumber protein dalam menu MBG, seperti telur, daging ayam, ikan, hingga daging sapi. Pendekatan ini tidak hanya menjaga stabilitas harga, tetapi juga memastikan asupan gizi yang seimbang bagi penerima manfaat.
BGN berharap, dengan pemanfaatan pangan lokal dan variasi menu yang adaptif, program MBG dapat berjalan berkelanjutan tanpa menimbulkan gejolak harga di pasar. Langkah ini sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah dan memberdayakan potensi ekonomi lokal di seluruh Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin gagal juara Indonesia Open 2026 setelah kalah 21-13, 18-21, 10-21 dari Goh Sze Fei/Nur Izzuddin di final.
DLH Kulonprogo bergerak cepat membersihkan 3 ton sampah pasca event di Alun-alun Wates. Retribusi sampah diperkirakan hampir Rp2,3 juta.
Sebanyak 104 warga Distrik Manggelum mengungsi ke Tanah Merah setelah gangguan keamanan dan dugaan aksi KKB di Boven Digoel.
Jadwal KRL Jogja–Solo Senin 8 Juni 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tersedia 14 perjalanan dengan tarif Rp8.000.
Kebocoran pipa gas Pertamina EP di Babelan, Bekasi, berhasil ditangani kurang dari 90 menit. Aliran gas dihentikan untuk cegah risiko lanjutan.
Jadwal KRL Solo–Jogja Senin 8 Juni 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Cek jam keberangkatan dan tarif terbaru Rp8.000.