Advertisement
Muhammadiyah Gandeng BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Pekerja
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir (kanan) bersama Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat (kiri) saat penandatanganan nota kesepahaman dan kerja sama strategis di Kantor PP Muhammadiyah, Jogja, Jumat (24/4/2026). Ist - muhammadiyah
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA — Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama BPJS Ketenagakerjaan resmi menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan nota kesepahaman yang digelar di Kantor PP Muhammadiyah, Jogja, Jumat (24/4/2026).
Kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat sistem perlindungan tenaga kerja sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara lebih luas. Tidak hanya berfokus pada jaminan sosial, kerja sama ini juga mencakup pengembangan investasi hingga penguatan Catur Dharma Perguruan Tinggi di lingkungan Muhammadiyah.
Advertisement
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa penandatanganan ini bukan sekadar seremoni, melainkan harus diikuti implementasi nyata di lapangan. Ia menilai Muhammadiyah sebagai organisasi besar memiliki keterlibatan luas dalam berbagai sektor, termasuk tenaga kerja yang membutuhkan perlindungan komprehensif.
“Kerja sama ini penting dan harus ditindaklanjuti dengan program konkret, khususnya dalam pelayanan dan perlindungan tenaga kerja,” ujarnya.
BACA JUGA
Haedar juga menyoroti masih tingginya kerentanan sosial di Indonesia. Banyak pekerja yang belum sepenuhnya mendapatkan jaminan atas kebutuhan dasar, kepastian hukum, hingga perlindungan dari risiko kerja. Kondisi ini dinilai menjadi tantangan bersama yang harus dijawab melalui kolaborasi lintas sektor.
Di sisi lain, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, menyebut jejaring luas Muhammadiyah sebagai kekuatan utama dalam memperluas cakupan perlindungan sosial. Dengan jaringan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi yang tersebar di berbagai daerah, kerja sama ini diyakini mampu menjangkau lebih banyak pekerja, termasuk sektor informal.
Menurutnya, kolaborasi ini juga akan membuka akses yang lebih luas terhadap layanan jaminan sosial, sekaligus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Program pengembangan keterampilan, baik soft skill maupun hard skill, menjadi bagian penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja.
Tak hanya itu, integrasi sistem layanan juga menjadi fokus ke depan. Dengan sistem yang saling terhubung, pekerja diharapkan tidak hanya mendapatkan perlindungan dasar, tetapi juga kemudahan dalam mengakses berbagai layanan pendukung lainnya.
Haedar menambahkan, di tengah tekanan ekonomi global yang semakin kompleks, pengelolaan anggaran yang efisien dan transparan menjadi kunci. Selain itu, dorongan terhadap kerja-kerja kreatif dan produktif juga dinilai penting untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional.
Kerja sama ini mencerminkan semangat Islam berkemajuan yang diusung Muhammadiyah, yakni menghadirkan sistem yang adil, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan umat.
Ke depan, sinergi antara Muhammadiyah dan BPJS Ketenagakerjaan diharapkan tidak hanya memperkuat perlindungan tenaga kerja, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan sektor pendidikan, kesehatan, serta ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Kejagung Tambah 3 Tersangka Korupsi Pertambangan PT AKT di Kalteng
- Saiful Djoge, Bek Muda yang Mengunci Sisi Kanan PSS di Maguwoharjo
- Obesitas pada Lansia Meningkat, Ini Cara Mencegahnya
- Bocah SD Gunungkidul Tertimpa Besi Pikap Dinyatakan Meninggal Dunia
- UMY Buka Prodi AI dan Bisnis Digital Minat Pendaftar Asing Naik
- Kemenkes Percepat Eliminasi TB dengan Penemuan Aktif dan Terapi
- Ancaman Siber Kini Sasar Opini Publik Lewat Manipulasi Algoritma
Advertisement
Advertisement







