Advertisement
Sebanyak 5.997 Jamaah Haji RI Tiba di Madinah, Ini Imbauannya
Ilustrasi: Seorang calon haji Indonesia disambut petugas setibanya di Arab Saudi. ANTARA - HO/Kemenhaj
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Kedatangan jamaah calon haji Indonesia untuk musim haji 1447 Hijriah resmi dimulai. Hingga hari pertama operasional, sebanyak 5.997 jamaah telah tiba di Madinah, Arab Saudi, sebagai bagian dari gelombang pertama keberangkatan.
Berdasarkan data resmi Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, sebanyak 5.997 jamaah yang tergabung dalam 15 kelompok terbang (kloter) mendarat secara bertahap melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz hingga Rabu (22/4/2026) malam waktu setempat.
Advertisement
Para jamaah berasal dari berbagai embarkasi di Indonesia, seperti Jogja, Jakarta, Medan, Lombok, Solo, hingga Makassar. Setibanya di Madinah, jamaah langsung diarahkan menuju hotel yang sebagian besar berlokasi dekat dengan Masjid Nabawi.
Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, Yusron B. Ambary, mengimbau seluruh jamaah untuk menjaga kondisi fisik sejak awal kedatangan. Ia menekankan pentingnya membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama yang tidak mendesak, mengingat cuaca di Madinah cukup panas dan rangkaian ibadah masih panjang.
BACA JUGA
“Jamaah diharapkan tidak memaksakan diri, terutama bagi lansia. Jaga kesehatan karena puncak ibadah haji masih beberapa waktu ke depan,” ujar Yusron.
Ia juga menyoroti dominasi jamaah lanjut usia dalam rombongan tahun ini. Oleh karena itu, pengelolaan stamina menjadi hal krusial agar jamaah tetap dalam kondisi prima saat memasuki fase puncak ibadah haji pada Mei mendatang.
Senada, Kepala Daerah Kerja Madinah, Khalilurrahman, meminta jamaah mewaspadai perubahan cuaca ekstrem. Ia mengimbau penggunaan perlengkapan pelindung seperti payung, kacamata hitam, masker, serta alas kaki yang nyaman saat beraktivitas di luar ruangan.
Selain itu, jamaah juga diminta menjaga asupan cairan dengan minum air secara rutin, sekitar dua hingga tiga teguk setiap 20 hingga 30 menit. Penggunaan tabir surya dan pelembap bibir juga dianjurkan untuk menghindari dampak paparan panas.
Dari sisi layanan kesehatan, pemerintah memastikan kesiapan fasilitas bagi jamaah. Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Madinah beroperasi selama 24 jam penuh untuk memberikan pelayanan medis.
Kasi Kesehatan Daker Madinah, Enny Nuryanti, menyatakan KKHI didukung tenaga medis lengkap, mulai dari dokter umum, spesialis, perawat, hingga tenaga laboratorium dan sanitasi. Sistem rujukan ke rumah sakit di Arab Saudi juga telah disiapkan guna mengantisipasi kondisi darurat.
Dengan berbagai persiapan tersebut, pemerintah berharap seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar. Disiplin menjaga kesehatan sejak awal menjadi kunci agar jamaah tetap bugar hingga puncak pelaksanaan haji.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Maling Burung dan Sepeda, Pegawai Satpol PP Gunungkidul Dinonaktifkan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Aturan Baru Pajak Mobil Listrik Berlaku, Industri Diminta Tetap Tumbuh
- Indonesia Protes Keras Spanduk Israel di RS Gaza
- Polisi Buru 5 Anggota Geng Remaja Tewaskan Pelajar Bantul
- Pemda Punya Peluang Investasi Kendaraan Listrik
- KPK Usut Suap Kereta Api Mantan DPR Sudewo
- MA Tolak Kasasi Terpidana Penipuan Jual Beli Perusahaan di Bantul
- 190 Pejabat Sleman Resmi Dilantik Bupati Harda
Advertisement
Advertisement







